HEADER Iklan tEST

Ratusan Guru Gerudug PN Sidoarjo

inikarawang.com, SIDOARJO - Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo digeruduk  ratusan guru yang tergabung dari PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) untuk menggelar aksi solidaritas dukungan pembebasan terhadap Moh Sambudi (50), pelaku dugaan pencubitan

terhadap Syafiraf Sanjani (15), yang sedang menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Selasa (28/06/2016).

Ratusan guru yang tergabung (PGRI) ini melakukan orasi dan longmarch dari alun-alun hingga Pengadilan Negeri Sidoarjo dan membentangkan sepanduk yang bertuliskan kecaman terhadap korban pencubitan. Dalam orasinya, ratusan guru ini juga meminta agar Moh Sambudi dibebaskan dari tuntutan. “Kalau tidak mau di didik, didik sendiri, buat raport sendiri,” ucap salah satu pendemo.
Gufron, Ketua Lembaga Badan Hukum PGRI Sidoarjo, Mengatakan bahwa rekannya difitnah. Dirinya juga kaget ketika Moh Sambudi dipanggil menjadi tersangka pencubitan tanpa adanya penyidikan. “Sebenarnya pihak terlapor ini difitnah. Padahal masalahnya hanya menepuk pundak siswa karena enggan melakukan sholat dhuha, tidak di cubit. Padahal peristiwa itu lima hari sebelumnya, kok masih ada bekas cubitan,” terang Gufron.
Moh Sambudi, terdakwa mengatakan bahwa saat itu dirinya melihat kurang lebih 30 anak yang tidak ikut sholat dhuha, sedang berada dipinggiran sungai. Ketika dipanggil, dirinya disuruh berbaris sambil membaca doa serta ditepuk pundaknya oleh seorang guru Matematika ini. “Saya tidak mencubit siapapun. Waktu itu, ada beberapa siswa main dipinggiran sungai dan tidak ikut sholat dhuha,” ujar guru yang mengajar di SMP Raden Rahmat, Kecamatan Balongbendo ini.
Sementara itu, jalannya sidang tuntutan yang sebelumnya ditunda, kali ini hakim melakukan hal yang sama. Karena, Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum siap. Diruang sidang juga terlihat ramai dan wajah Moh Sambudi terlihat lesuh karena harus mejalani sidang lagi pada tanggal (14-7-2016) mendatang. (Ref/net)

Posting Komentar

0 Komentar