HEADER Iklan tEST

Bareskrim Lakukan Pelimpahan Tahap Dua Kasus Ahok

Jakarta - Tersangka kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meninggalkan Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (01-12-2016) sekitar pukul 09:50.

Ahok dan rombongan serta penyidik Mabes Polri menuju Kejaksaan Agung di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Sirra Prayuna, ketua tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendatangi Mabes Polri.

Kedatangannya itu dalam rangka menemani Ahok selaku tersangka kasus dugaan penistaan agama yang dipanggil penyidik Bareskrim Polri.

Sirra yang datang bersama timnya itu menyebutkan proses hukum yang dilakukan oleh Bareskrim dan Kejagung tergolong super cepat. Dia juga menyebut cepatnya proses hukum ini sebagai kado akhir tahun untuk sang klien.

“Ini yang saya pandang adalah kado catatan akhir tahun kita, bahwa proses penegakkan hukum yang super cepat,” ucap Sirra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (01-12-2016).

Sirra melanjutkan, proses bukum yang membelit mantan Bupati Blitung Timur itu sangat cepat dibandingkan dengan kasus-kasus lainnya.

“Bayangkan proses penyidikan hanya dua minggu, sekarang dalam waktu yang sangat cepat dan sudah dinyatakan P21 dan saya kira ini perkara yang sangat super cepat,” katanya.

‬Kedatangan Ahok ke Mabes Polri dalam rangka dipanggil penyidik, selanjutnya ia dan barang bukti kasus akan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sementara itu, Karo Penmas Div Humas Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto menyatakan, dalam proses melengkapi berkas sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Agung, Ahok tak banyak memberikan komentar. 

Bahkan saat ditanya apakah ada yang ingin disampaikan berkaitan dengan berkasnyanya Ahok hanya menjawab singkat.

“Tadi kooperatif, waktu kita tanya apakah ada yang disampaikan, Ahok menjawab tidak,” terang Kombes Rikwanto.

Kejaksaan Agung sendiri kemarin telah menyatakan berkas perkara kasus Ahok telah lengkap secara formil dan materil serta meminta pihak kepolisian agar menyerahkan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Agung. 

Ahok dikenakan pasal 156a KUHP dan atau 156 KUHP atas dugaan penistaan agama.

Posting Komentar

0 Komentar