HEADER Iklan tEST

Krisis Ekonomi Saudi kian Memburuk

Analis Timur Tengah memandang krisis ekonomi yang melanda Arab Saudi kian hari semakin memburuk.

Situs Palestine Online hari Kamis (24/11) mengutip statemen analis Timur Tengah koran Financial Times, Simenon Kerr menulis, Arab Saudi menghadapi masalah ekonomi yang besar, oleh karena itu untuk menyelesaikan masalah tersebut harus memulai reformasi ekonomi.

Kerr menilai pola hidup hedonis para pangeran Saudi merupakan salah satu faktor utama pemicu masalah perekonomian di Arab Saudi.

Menurut Analis Timur Tengah ini, jumlah pengangguran di Arab Saudi semakin bertambah, sebab orang-orang yang dahulu bekerja kini kehilangan pekerjaannya akibat krisis ekonomi, yang menambah daftar panjang pengangguran di negara kaya minyak itu.

Menyinggung sepak terjang hedonis para pangeran Saudi, terutama Muhammad bin Salman, putera raja Saudi sekaligus wakil putera mahkota rezim Al Saud, Financial Times menulis, Muhammad bin Salman memiliki sebuah kapal pesiar yang dibelinya senilai 500 juta euro.

Finansial Times menilai sebagian besar orang kaya Saudi membelanjakan uangnya untuk sektor konsumtif yang bersifat tersier, dan tidak ada kontribusi signifikannya terhadap pemulihan perekonomian kerajaan Arab itu.

Pemerintah Saudi belum lama ini mengakui negaranya menghadapi krisis ekonomi dan mengambil sejumlah kebijakan untuk meredamnya dengan memangkas biaya layanan sosial.

Financial Times melaporkan, utang pemerintah Saudi saat ini menembus 73 miliar dolar.

Posting Komentar

0 Komentar