HEADER Iklan tEST

Jangan Takut Dimarahi Pak Gubernur

Semarang - Pegawai di lingkup pekerjaan umum (PU), baik Dinas Binamarga, Dinas Cipkataru, dan Dinas PSDA, khususnya di Jawa Tengah, diminta melakukan kontrol pekerjaan dengan lebih baik. 

Apalagi, cuaca yang tidak menentu bisa berpengaruh terhadap ketahanan jalan atau bangunan yang dibuat.

Hal itu ditegaskan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP pada upacara Hari Bhakti PU ke-71, di Halaman Kantor Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah, Senin (5/12). 

Menurutnya, cuaca ekstrem seperti beberapa waktu terakhir ini membuat sejumlah ruas jalan rusak. Bendungan dan sungai pun berisiko besar terjadi kerusakan. Melihat kondisi tersebut, kontrol pekerjaan mutlak dilakukan dengan baik.

“Jangan ada korupsi di situ. Jangan ada orang memotong minta setoran. Whistle blowing system (sistem pelaporan pelanggaran) sedang kita siapkan, agar kemudian kita saling control. Saya ingin di Jawa Tengah khususnya bisa dilaksanakan,” bebernya.

Ganjar mengingatkan, program Jawa Tengah tanpa lubang masih akan berlangsung. Sayangnya, hingga kini masih ada lubang jalan di provinsi ini. 

Dia menunjuk contoh banyaknya keluhan masyarakat mengenai kerusakan jalan di Wonosobo, Banjarnegara, sampai Banyumas. 

Kerusakan yang dianggap cukup parah juga terjadi di Wangon dan Ajibarang (Banyumas), serta Karangpucung (Cilacap). Gubernur berharap kerusakan jalan dapat diatasi segera. 

Dia menyambut baik rencana perbaikan jalan di Karangpucung yang semula direncanakan hanya tiga kilometer, bisa dimaksimalkan melebihi 14 kilometer pada 2017 mendatang.

“Saya minta Pak Bambang, pak, tempelen di jalan itu banner yang gedhe bahwa jalan ini akan dibangun oleh pemprov tahun 2017. Terima kasih bapak/ ibu. Spanduk itu sederhana, simple, tapi diapresiasi luar biasa oleh masyarakat Cilacap. Terima kasih pak. 

Padahal belum kita kerjakan. Betapa komitmen sekecil itu ternyata bisa memberikan imej kepada masyarakat bahwa, ya, pemerintah serius soal itu,” ungkapnya.

Respons cepat terhadap aduan masyarakat, kata Ganjar, tidak bisa ditawar lagi. Saat masyarakat sudah berulangkali menyampaikan keluhannya, dan pemerintah provinsi lambat memberikan respons, pasti gubernur ikut memberikan teriakan. 

Sikap keras dan mungkin agak sinis terhadap hal yang dinilai tidak semestinya, dilakukan Ganjar agar para aparatur sipil negara (ASN) benar-benar memberikan layanan yang mudah, murah, dan cepat.

“Ketika rakyat sudah berkali-kali dan kita lambat merespons, pasti teriakan itu muncul dari saya. Kiranya itu bisa dijadikan pemacu. Jangan marah, jangan marah. 

Jangan takut dimarahi oleh pak gubernur. Tapi takutlah dimarahi oleh rakyat dan Gusti Allah,” ujar mantan anggota DPR RI ini.

Untuk memperbaiki atau membangun jalan dengan tantangan cuaca tersebut, menurut gubernur, tak lepas dari telaah ilmu dan teknologi yang ada. 

Sehingga para aparatur dapat memilih teknologi dengan bijaksana dan bisa dipertanggungjawabkan. Setidaknya, jalan yang diperbaiki atau dibangun harus awet, kuat menghadapi tantangan alam dan beban berat di atasnya.

“Saya pasti akan mengontrol, tapi tolong jangan jadikan kontrol itu menjadi momok, sebagai hantu. Tapi jadikan sebagai satu koreksi untuk memberikan tanggung jawab,” tandas Ganjar.

Posting Komentar

0 Komentar