HEADER Iklan tEST

Aksi Bela Ulama di Kota Sukabumi, Tuntut GMBI dibubarkan, Hentikan Diskriminasi Pada Ulama

Super Damai: Gabungan Ormas Islam,OKP Kepemudaan Dan Kemahasiswaan,Menggelar Aksi Damai Bela Ulama, Melakukan Aksi damai Didepan Gedung DPRD Kota Sukabumi.
SUKABUMI, Radar Bharindo - Aksi super damai bela ulama terus dikumandangkan di beberapa daerah. Tak terkecuali di Kota Sukabumi.

Usai menjalankan salat Jum’at (20/1), warga yang tergabung dalam aliansi umat Islam dari berbagai unsur Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam, Kepemudaan dan kemahasiswaan turun ke jalan.

Koordinator Lapangan Aksi Bela Ulama, Ece Suhendar yang juga Ketua Ormas Gempar Sukabumi mengatakan, ulama merupakan warosatul anbiya (pewaris para nabi). Lantaran, para alim ulama yang telah mengajarkan tentang kebaikan dan menjalankan sariat Islam.

Selain itu,  Ece juga menyebutkan, ulama berperan central dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari pahitnya penjajahan termasuk mempertahankan NKRI.

“Sudah seharusnya ulama dibela, bukan malah dianiaya dan dilecehkan oleh LSM GMBI”.

Maka dari itu, kami menuntut agar LSM GMBI dibubarkan,” desak Ece dalam orasinya.

Alasan tuntutannya itu, Ece menyebutkan lantaran ormas binaan Kapolda tersebut telah membabibuta melakukan pengrusakan dan penganiyayan terhadap ulama dan para santri yang tengah menyampaikan aspirasinya di Mapolda Jawa Barat beberapa waktu lalu.

“Alasan itulah kami meminta Lsm GMBI dibubarkan dan tidak bermanfaat. Selain itu juga, usut sampai tuntas pelaku penyerangan untuk mendapatkan hukuman yang seadail adilnya,” tandasnya.

Akibat dari perlakukan tersebut, kata Ece, ulama saat ini seolah menjadi buih lautan. Banyak pihak yang memprovokatif serta yang mengadu dombakan. Perjuangan dan jasa ulama yang telah membela NKRI sampai dikesampingkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Saat ini, menurut Ece, ulama banyak difitnah dan dikriminalisasi oleh para penguasa dan elit politik.  “Stop dan hentikan semua itu, jangan menganiaya ulama hingga dapat merenggut nyawa. Hargai perjuangannya dan dedikasinya untuk bangsa dan negara,” paparnya.

Selepas berorasi, massa pun membubarkan diri dengan tertib dan aman. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar