HEADER Iklan tEST

Anak Petani Korban Kerusuhan dengan PT PL ”Masih Trauma Melihat Polisi”


KARAWANG,Radar Bharindo – Peristiwa itu memang sudah berlalu, namun bagi mereka sampai saat ini masih meninggalkan luka dan trauma mendalam.

Penderitaan bagi nasib buruk korban yang dialami oleh warga Dusun Cisadang, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang terlibat sengketa lahan dengan PT Pertiwi Lestari (PL), yang terjadi pada hari Senin (11/10/2016) lalu, terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam insiden itu, polisi sempat mengamankan puluhan warga petani. "Satu orang diantaranya terluka pada saat bentrokan terjadi.” Semuanya adalah anggota Serikat Tani Nasional (STN) Karawang," ujar Sekjen KPP STN, Yoris Sindu Sunarjan kepada Wartawan Rabu (12/10/2016), lalu.

Peristiwa itu memang mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah Kabupaten Karawang, diantaranya mereka direlokasi ke Rumah Susun (Rusunnawa) Adiarsa Karawang, namun upaya pemerintah tersebut, tidak membuat hidup mereka menjadi lebih baik.
Ternyata kondisi yang ada hanya sebuah keprihatinan bagi para pengungsi.

Saat wakil ketua I DPRD Karawang, dari partai Golkar, Sri rahayu Agustina, kepada awak media menjelaskan, Sri bersama jajaran pengurus Partai dari Fraksi Golkar DPRD Karawang, mengunjungi lokasi pengungsi Jum’at Sore (20/01) kemarin.

Menurut Sri, sampai saat ini masih banyak dari para pengungsi mengeluh karena sudah tidak lagi mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Kondisi mereka masih menyedihkan, menangis, karena masih ada suaminya yang masih dipenjara, ada juga anaknya yang masih trauma ketika melihat polisi, karena anak-anak mereka menyaksikan langsung saat bapaknya ditangkap polisi, ada juga yang mengeluh sakit sudah satu minggu," papar Sri Rahayu.

Selain itu, menurut Sri, para pengungsi saat ini kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Ironisnya, saat ini pengungsi hanya bisa makan singkong dan kangkung.

Sri berharap, ada dermawan yang mau membantu bagi 180 KK yang saat ini masih mengungsi di rusunawa Adiarsa."Ya Allah miris sekali denger keluhan mereka," papar Sri.

Seperti diketahui, ratusan pengungsi ini merupakan korban sengketa lahan antara PT Pertiwi Lestari (PL) dan para petani. Mereka harus terusir dari tanah yang diklaim milik mereka itu sejak beberapa bulan lalu. Sebelum pergi mengungsi, para petani ini sempat terjadi bentrok secara besar-besaran dengan petugas keamanan PT Pertiwi Lestari. Bahkan beberapa petani kini masih ditahan karena di duga bersalah saat melakukan aksi perlawanan terhadap petugas dari PT Pertiwi Lestari. (Red)


Sumber : Bintang

Posting Komentar

0 Komentar