HEADER Iklan tEST

Kejari Karawang Bidik Pengusaha Limbah

Photo Ilustrasi
Karawang, Radar Bharindo - Kasus korupsi yang ditangani penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang dengan tersangka Kepala Desa Parung Mulya, Asep Kadarusman nampaknya bakal membidik tersangka baru. 


Penyidik Kejari saat ini tengah membidik para pengusaha, terutama pengusaha limbah yang pernah memberikan uang kepada tersangka untuk mendapatkan surat rekomendasi. Surat Rekomendasi dari desa yang ditangani tersangka adalah untuk mendapatkan hak mengelola limbah di salah satu perusahaan industri. 


"Kita masih mendalami pengakuan saksi dan tersangka terkait keterlibatan pengusaha. Kalau belum bisa kita ungkap di kejaksaan, bisa akan terungkap di persidangan nanti. Pastinya kami akan mendalami kasus ini terutama mengenai keterlibatan pengusaha," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karawang ketika ditanya kenapa hanya Asep yang menjadi tersangka, kenapa pengusaha yang memberikan uang tidak dijadikan tersangka, Minggu (8/1).

Menurut Titin berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi terungkap  jika ada sejumlah pengusaha limbah yang memberikan uang kepada tersangka untuk mendapatkan rekomendasi. Uang tersebut diberikan sebelum rekomendasi diterima oleh pengusaha. "Modusnya seperti itu si pengusaha memberikan uang terlebih kepada tersangka dengan alasan untuk pembangunan di lingkungan desa," katanya.


Menurut Titin, hasil perhitungan sementara kerugian negera dari kasus korupsi ini mencapai Rp2,6 miliar. Uang tersebut merupakan pemberian dari sejumlah pengusaha yang salah satunya untuk urusan surat rekomendasi pengelolaan limbah dari sejumlah perusahaan industri yang ada di Desa Parung Mulya. Namun uang pemberian tersebut ternyata tidak digunakan untuk pembangunan di desa tersebut, malah digunakan untuk keperluan pribadi tersangka. "Setelah kita kembangkan pemeriksaan ternyata banyak uang dari pengusaha tidak mengalir ke desa," katanya.


Sebelumnya Kepala Desa Parung Mulya, Kecamatan Ciampel, Asep Kadarusman ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Asep disangka telah meminta uang miliaran rupiah dari para pengusaha yang beroperasi di wilayah Desa Parungmulya. Asep tertangkap tangan pihak kepolisian saat menerima uang dari salah satu pengusaha. 


Hanya saja saat Asep melakukan praperadilan hakim menyatakan penangkap itu tidak sah dan Asep dilepaskan. Namun pihak kepolisian terus memproses kasus itu hingga dilimpahkan ke kejaksaan. Pihak kejaksaan menetapkan Asep sebagai tersangka kasus korupsi. Kemudian Asep kembali melakukan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka, namun hakim menggugurkan gugatan itu hingga perkaranya berlanjut. (BK)



Sumber : Peka

Posting Komentar

0 Komentar