HEADER Iklan tEST

Korupsi Dana PAUD, Kades Cilewo Ditahan

JADI TERSANGKA: Kepala Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, Komarudin saat diperiksa penyidik Kejari Karawang dalam dugaan korupsi dana PAUD
Radar Bharindo, Karawang - Kejaksaan Negeri Karawang menahan Komarudin, Kepala Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari sebagai tersangka korupsi dana sekolah PAUD, Kamis (19/1).

Tersangka sebelumnya tidak ditahan saat ditangani Polres Karawang, namun setelah dilakukan pelimpahan perkara ke kejaksaan jaksa langsung melakukan penahan.

"Tersangka sudah kita tahan di Rutan Kebon Waru Bandung setelah sebelumnya kita melakukan pemeriksaan," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Karawang, Titin Herawati Utara.

Titin mengatakan, perkara korupsi dana sekolah PAUD ini merupakan perkara yang ditangani oleh Polres Karawang. Setelah di periksa pihak Polres kemudian penyidik Polres Karawang melimpahkan perkara ini kekejaksaan karena sudah P.21 atau sudah lengkap.

"Sebelumnya memang tersangka ini tidak ditahan, tapi setelah kita nyatakan P.21 kita melakukan penahanan. Kepolisian menyerahkan tersangka dan barang bukti dengan diantar oleh kuasa hukumnya ke kejaksaan," katanya.

Titin mengungkapkan, tersangka Komarudin mengakui anggaran untuk pembangunan sekolah PAUD sebagian telah digunakan untuk keperluan pribadinya. Dana yang berasal dari anggara dana desa (ADD) ini oleh tersangka digunakan sebesar Rp 100 juta dari jumlah keseluruhan sekitar Rp296 juta.

"Dalam pemeriksaan tersangka sudah mengaku dia memakai uang Rp 100 juta untuk keperluan pribadi. Kita menahan tersangka karena alasan subyektif penyidik untuk memudahkan persidangan," ungkapnya.

DitambahkanTitin, pembangunan sekolah PAUD menggunakan anggaran dari ADD tahun 2015 lalu untuk Desa Cilewo. Namun setelah dilakukan pemeriksaan fisik ditemukan kejanggalan untuk proyek sebesar Rp 296 juta. Tersangka sudah mengakui bahwa  biaya pembangunan sekolah PAUD tersebut hanya Rp 196 juta dari anggaran seluruhnya Rp 296 juta.

Akibat perbuatan korupsi itu Komarudin dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 2 dan Pasal 3 undang-undang Tipikor. Saat ini penyidik kejaksaan akan segera melimpahkan kasus korupsi ini ke pengadilan negeri Tipikor Bandung.

"Kita sedang melengkapi semua dokumen untuk dilimpahkan ke pengadilan dan disidangkan segera," pungkasnya. (KBE,Red)

Posting Komentar

0 Komentar