HEADER Iklan tEST

Para PKL Rengasdengklok Siap Direlokasi

Wakil Bupati Karawang, Jimmy Ahmad Zamaksari
KARAWANG, Radar Bharindo - Sebanyak 6000 pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tradisional Rengasdengklok akhirnya bersedia direlokasi di pasar yang akan di bangun di Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok. Para pedagang bersedia pindah dengan syarat Pemkab Karawang, menyediakan lapak untuk PKL secara gratis selama 5 bulan dan tanpa harus membayar uang muka. 

"Pokoknya tahun 2017 ini kita akan membangun pasar di lokasi yang sudah kita tentukan dan semua PKL harus direlokasi, karena pasar yang lama ini akan kita jadikan daerah hijau. Terkait aspirasi pedagang saya pastikan pemerintah sudah setuju," kata Wakil Bupati Karawang, Jimmy Ahmad Zamaksari kepada para PKL saat musyawarah dengan pedagang pasar Rengasdengklok, Selasa (24/1).

Menurut Jimmy, rencana relokasi Pasar Rengasdengklok sudah berlangsung selama 4 tahun, namun hingga kini belum ada progres yang jelas.  Pihak pengembang yaitu dari PT. Kayu Wangi yang dipercaya untuk membangun pasar, namun tidak mampu menyelesaikan sesuai rencana. Oleh karena itu Pemkab Karawang mengeluarkan kebijakan untuk memutus kontrak dengan PT. Kayu Wangi dan menyerahkan kepada pengembang lain yang saat ini sedang dalam proses kontrak.

"Masalah yang paling mendasar karena para pedagang tidak mau direlokasi sehingga barang kali pengembang yang harus berfikir ulang untuk meneruskan pembangunan pasar ini. Makanya kita sekarang bersama anggota DPRD bermusyawarah dengan para pedagang agar mereka mau direlokasi. lokasi pasar yang baru nanti berdiri diatas lahan 5 hektar," katanya.

Menurut Jimmy, pasar Rengasdengklok yang lama sudah tidak ideal karena menimbulkan kemacetan lalulintas dan terlihat kumuh. Pemkab memutuskan lahan pasar ini akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus akan memperbaiki jalan yang sudah rusak parah. 

"Sebenarnya ini jalan propinsi tapi kita berinisiatif untuk membiayai sendiri pembangunan jalan depan pasar. Kalau menunggu lagi dari propinsi makan waktu lagi," katanya.

Sementara itu Ikatan Pedagang Kaki lima Rengasdengklok, Jejen mengaku setelah dilakukan musyawarah dengan anggotanya akhirnya disepakati anggotanya bersedia untuk direlokasi dengan catatan pemerintah harus memenuhi persyaratan dari pedagang yaitu tidak bayar sewa selama 5 bulan dan tidak mengeluarkan uang muka sewa. 

"Kalau pemerintah setuju kita sudah siap direlokasi dan saya harapkan pedagang tidak dibebani pungutan lainnya," kata Jejen.

Di tempat yang sama,  Ketua Komisi C DPRD Karawang,  Elievia Krissiana,  mengatakan,  dalam waktu dekat pihaknya bersama Dinas PUPR akan mendesak ke Pemprov Jabar untuk memperbaiki jalan rusak pasar Rengasdengklok.

Namun dalam waktu dekat,  dengan menggunakan dana APBD II, pihaknya meminta ke Dinas PUPR untuk memperbaiki jalan pasar Rengasdengklok yang rusak. 
"Anggaran Rp30 miliar untuk melebarkan jalan Interchange Karawang Barat disisakan juga untuk perbaiki jalan pasar Rengasdengklok yang rusak,  meski tidak 100%," ucapnya. (Latif)


Kontributor : Latiefudin

Posting Komentar

0 Komentar