HEADER Iklan tEST

PNS Karawang Tertekan“Memilih Pensiun Muda & Melepas Jabatan”

Ilustrasi 
Karawang, Radar Bharindo - Santer terdengar adanya petugas negara (PNS,red)  di Kabupaten Karawang utama yang berada di OPD teknik atau yang memegang jabatan tertentu  (basah,red), ingin pensiun  muda dan bersedia pula dicopot dari jabatan yang diembannya. ,(29/1/2017).

Kondisi tersebut diduga akibat ulah oknum-oknum yang kerap mendatangi kantor dinas tertentu,para PNS pun merasa tertekan,terinventasi,merasa terancam,tidak nyaman lalu dampak fatalnya mereka bekerja dikantor terasa di nereka.

Saya selama ini bekerja kurang nyaman karena berbagai tekanan bahkan kalanya ada ancaman dari oknum-oknum yang mendatang kantor,ujar PNS golongan III B ini.

Saya sudah bicara ke pimpinan (Kadis,red) bahwa ingin mundur saja dari jabatan yang dipercayakannya."Saya ga tahan karena merasa ditekan,diteror,diancam dan lainnya, malah keluargapun merestui sikap yang akan saya tempuh, tapi berulang kali pak Kadis menasehati dan melarangnya.

"Pusing dan terbelenggulah kang,gawe tos maksimal tapi tetap saja disoal dan dikeletek dengan dalih tak jelas oleh oknum-oknum berbagai elemen yang datang ke kantor hampir setiap hari kerja",bebernya.

Di lain tempat seorang pejabat eslon II (Kadis) menyebutkan bakal terjadi fenomena PNS Karawang lebih memilih pensiun muda dan mundur dari jabatannya karena sudah banyak sekelas Kabid atau Kasie mengutarakan niatnya.

Banyak  PNS Karawang yang ada di OPD teknik mulai tak nyaman bekerja, kondisi tersebut mulai terasakan sejak 2005-an sampai sekarang,terang Kadis salah satu OPD teknik ini.

Makanya jangan aneh kalau banyak Kadis,Sekdis,Kabid atau  atau Kasei jarang berada dikantor atau kami lebih memilih pos tersendiri walau di hari kerja.

"Kami sudah merasa mumet kalau berada dikantor tetapi bukan oleh pekerjaan yang sedang atau akan digarap melainkan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan lembaga dan identik selalu mencari-cari kesalahan pihak dinas saja,tambah dia.

Kondisi ini,lanjutnya,pasti sudah ketahui oleh bupati,wakil bupati dan pak Sekda.Tapi mau berbuat apa atuh untuk saat ini sulit melawan"mereka",padahal oknum itu ujung-ujungnya hanya duit ,kalau ga ngasih ya pakai mengancam segala.

Rupa-rupa ancaman dari para pelaku tersebut misal mau ngomong di media lah,lapor sana-lapor sini,malah tak segan pelaku ngoceh dari diwarung kopi sampai di medsos,padahal belum tentu yang diomonginnya itu mengandung kebenaran dan fakta hukum kena,sesal Kadis tersebut.

Mendingan sekarang kalau mau kerja enak,diantara kami ada istilah mencari tempat diluar kantor atau bersembunyi dalam kantor saja namun sebelumnya anak buah (rekan-rekan sekantor,red) di kondisikan dulu,pungkasnya.

Sebelumnya seorang Kadis OPD teknik pula sempat mengakui akan mengundurkan diri saja dari jabatannya akibat tak tahan ditekan terus oleh oknum-oknum.

Capelah gawe oge sabab ditekan terus ku oknum-oknum itu.saya yakin bupati atau pak Sekda memakluminya kalau banyak Kadis,kabid atau kasie banyak menghilang dikantor,ujarnya.

Namun jangan salah duga dulu,mereka yang menghilang dikantor itu mungkin mencari tempat yang nyaman untuk mengerjakan pekerjaan yang dikejar target dan tidak mau diganggu oknum-oknum tapi ada kalanya kami pun memilih bersembunyi dalam kantor,ulasnya.

Harapan saya sih,sambungnya,Tim Siber pungli di Karawang berani menangkap pula oknum-oknum yang kerap kali melakukan pungli ke dinas-dinas."Karena ukuran pungli bukan besarannya doang yang merugikan banyak pihak tetapi dampaknya lain juga menyebabkan ketidak nyamanan". (Red)


Sumber: PEKA

Posting Komentar

0 Komentar