HEADER Iklan tEST

Proyek “Siluman” di DCK Kab.Karawang

Karawang, Radar Bharindo - 
Kantor Dinas Ciptakarya Kab.Karawang
Setelah dugaan konspirasi proyek Penataan TPAS Jalupang antara oknum pejabat terkait dengan pemborong yang sampai saat ini belum ada kejelasan penyelesaian hukumnya, kini muncul lagi dugaan proyek siluman di Dinas Ciptakarya (DCK) berkaitan dengan Pemeliharaan Tugu Batas Kabupaten Karawang yang menelan dana APBD II Tahun Anggaran 2015 dengan alokasi dana sekitar Rp150 juta.
Dalam Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Cipta Karya Karawang 2015 dan di Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Karawang 2015 tercantum kegiatan atau proyek Pemeliharaan Tugu Batas Kabupaten dengan lokasi kegiatan di Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan Cikampek dan Kecamatan Jatisari dengan menelan anggaran APDB II 2015 sebesar Rp150 juta.
Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Perencanaan Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Iip, mengakui jika di DPA SKPD Dinas Cipta Karya Karawang dan di LKPJ Bupati 2015 tercantum proyek Pemeliharaan Tugu Batas Kabupaten dengan lokasi kegiatan di Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan Cikampek dan Kecamatan Jatisari dengan menelan anggaran APDB II 2015 sebesar Rp150 juta, anggaran yang terserap hanya 97% atau sekitar Rp145.816.000..
Namun, kata dia, proyek tersebut sebanarnya dialihkan untuk kegiatan rehab tugu batas di daerah perbatasan Kabupaten Karawang dengan Kabupaten Bogor.
“Intinya : Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) Dinas Cipta Karya Tahun 2015 dan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Karawang Tahun 2015, Tidak sesuai dengan kenyataan pelaksanaan dilapangan.
“Kegiatan pemeliharaan tersebut diganti dengan kegiatan rehab batas tugu di perbatasan Kabupaten Karawang dengan Kabupaten Bogor,” ucapnya kepada Radar BI.
Iip menjelaskan, alasan peralihan kegiatan pemeliharaan ke kegiatan rehab lantaran kegiatan pemeliharaan telah dilaksanakan pada 2014, sehingga pihaknya menilai tidak perlu lagi adanya kegiatan pemeliharaan di 2015 lantaran tugu batas tersebut masih tampak terawat.
Namun, ketika disinggung apakah perubahan kegiatan itu disertai dasar bukti berupa perubahan berita acara atau addendum, Iip hanya bisa mengatakan perubahan kegiatan itu hanya berupa nota dinas. Namun lagi-lagi, saat dimeminta untuk menunjukkan bentuk fisik nota dinas yang dimaksud Iip tidak menunjukkannya.
“Nanti saya cari dulu ya,” kilahnya.
Di tempat terpisah, Kabid Pengawasan dan Pengendalian DCK Karawang, Maman Suhaya, mengatakan, jika pihaknya tidak mengetahui secara detail terkait adanya pengalihan kegiatan dari pemeliharaan ke rehab. Dia mengaku hanya ditugaskan mengawasi kegiatan rehab tugu batas kabupaten di Desa Cariu, Kecamatan Pangkalan.
“Kalau ada perubahan kegiatan atau kontrak itu saya gak tahu ya. Ya yang saya tahu ditugaskan untuk awasi kegiatan rehab di Desa Cariu,” ungkapnya.
Saling Lempar Tanggungjawab PPTK
Selain meminta keterangan dari Kasi Perencanaan dan Kabid Wasdal DCK, Radar BI juga memintai keterangan ke Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tentang kegiatan pemeliharaan tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterima Radar BI, PPTK kegiatan pemeliharaan tersebut adalah Agus Dwi seorang staf Seksi Pemeliharaan.
Namun saat Agus Dwi dikonfirmasi, dia tidak mengakui sebagai PPTK kegiatan tersebut. Bahkan dia mengatakan jika PPTK nya adalah Novi Gunawan.
“PPTK nya bukan saya, tapi Novi Gunawan,” ujarnya,
Usai mendapat keterangan dari Agus Dwi, Radar BI pun menemui Novi Gunawan untuk dimintai keterangan. Tapi, saat Novi berhasil ditemui, diapun tidak mengakui sebagai PPTKnya.
“Bukan saya PPTKnya, coba saja tanyakan ke Iip,” kilahnya.
Akhirnya Radar BI pun kembali menemui Iip di kantornya untuk meminta kejelasan siapa sebenarnya PPTK kegiatan pemeliharaan tersebut. Setelah didesak, Iip pun akhirnya menjelaskan jika PPTK kegiatan pemeliharaan tersebut adalah Novi Gunawan. “Ya PPTKnya itu sebenarnya Novi Gunawan,” pungkasnya. (Latifudun/Supriatna)

Posting Komentar

0 Komentar