HEADER Iklan tEST

Puluhan Calon Tenaga Kerja Kena Tipu PT MBM

Kwitansi Bukti Penerimaan Uang dari Calon Tenaga Kerja
Karawang, Radar Bharindo - Puluhan calon tenaga kerja yang berasal dari Kabupaten Karawang dan sekitarnya harus menelan kekecewaan yang mendalam lantaran janji PT MBM yang beralamat di Desa Kalibuaya Kecamatan Telagasari akan menempatkan mereka bekerja di perusahaan tak kunjung terealisasi, padahal mereka sudah menyerahkan uang jutaan rupiah ke PT tersebut perorangnya.

“Saya sudah menyerahkan Rp 4 juta untuk dua anak saya agar bisa masuk kerja melalui PT MBP, tapi saya tunggu dua bulan anak saya belum masuk kerja,” ucap Talib ayah korban kepada Radar BI, Rabu (28/12).

Talib menuturkan, pada awal November dua anaknya beserta empat temannya dijanjikan akan dimasukkan kerja ke perusahaan yang sudah bekerjasama dengan Yayasan MBM melalui seorang oknum aparat kepolisian dengan syarat membayar administrasi sebesar Rp 2 juta tiap orangnya.

“Awalnya saya melarang anak saya membayar administrasi tersebut sebelum masuk kerja, tapi lantaran ke empat temannya sudah membayar, akhirnya kedua anak saya mendesak untuk membayar administrasi tersebut,” katanya.

Setelah uang terkumpul Rp12 juta, Talib meminta kepastian kepada oknum aparat tersebut akan dikemanakan uang tersebut. Oknum tersebut pun membawa Talib ke pihak PT MBM dan dijanjikan akan dimasukkan kerja dalam jangka waktu satu pekan ke depan.

“Tapi sampai 10 hari kemudian tidak ada kepastian kapan anak saya masuk kerja,” ujarnya.

Karena merasa dibohongi, Talib mendesak pihak Yayasan MBM untuk mengembalikan uang yang sudah diberikannya. Usai didesak, Talib dijanjikan akan dikembalikan uangnya sebesar Rp12 juta dalam jangka waktu 17 hari kerja.

“Sampai 17 hari kerja pun uang yang dijanjikan kembali tak kunjung ada,” kesal Talib.

Di tempat sama, orang tua korban lainnya Kartim, mengatakan, Dirut PT MBM, Egi Bastyan Hermawan, selalu mengulur-ulur waktu untuk mengembalikan  uang yang sudah diterimanya dari para calon tenaga kerja. Bila Egi tak kunjung memberikan kepastian kapan mengembalikan dana tersebut, maka dia bersama korban lainnya akan membuat LP ke aparat penegak hukum.


“Kalau Egi selalu ingkar janji, kami akan buat LP,” pungkas Kartim. (Latif/Supriatna)

Posting Komentar

0 Komentar