HEADER Iklan tEST

RP20 MILIAR DANA CSR PERBAIKAN SEKOLAH RUSAK DIDUGA MENGENDAP

KARAWANG, Radar Bharindo – Dana corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp 20 miliar untuk perbaikan sekolah rusak di Kabupaten Karawang masih mengendap. Padahal dana CSR ini sudah siap digulirkan oleh sejumlah perusahaan di empat kawasan industri yang ada.
Penyebabnya karena pemerintah daerah terkesan tak serius menanganinya hingga sampai saat ini belum juga melakukan MoU  dengan pihak perusahaan.

“Kami sudah cape-cape membangun komuniksi dengan perusahaan industri soal CSR ini, tapi kenapa tidak berjalan. Padahal pihak perusahaan sudah menyatakan kesiapannya untuk membantu perbaikan sekolah,” kata Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamaksari, Kamis (19/1).

Menurut pengakuannya, dia sudah mendengar jika perusahaan di empat kawasan industri sudah siap menyalurkan CSR untuk perbaikan sekolah sebesar Rp20 miliar. Anggaran tersebut sudah dikumpulkan dari perusahaan yang beroperasi di setiap kawasan industri. Hanya saja dana tersebut tidak bisa bergulir karena pemerintah belum melakukan MOU tentang teknis pengelolaannya. “Uang sudah ada, malah kami tidak manfaatkan dengan baik ini kan aneh,” katanya.
Menurut Jimmy, leading sector penanganan CSR adalah Dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertrans), yang seharusnya bekerja cepat untuk menyelesaikan masalah ini. Dia mengkritisi kinerja Disnakertrans yang lamban dan terkesan tidak menganggap hal ini sebagai urusan penting.

“Harusnya ini menjadi prioritas kami karena ada 1.447 sekolah di Karawang sudah rusak dan butuh perbaikan. Kalau diperbaiki sendiri tidak cukup anggaran kita, makanya minta bantuan ke perusahaan melalui CSR,” kata Jimmy.
Dia mengungkapkan, untuk memerbaiki seluruh sekolah yang rusak dibutuhkan anggaran sebesar Rp150 miliar. Anggaran sebesar itu belum dapat di-cover seluruhnya melalui APBD Karawang. Oleh karena itu bantuan dari perusahaan industri sangat membantu pemerintah untuk memperbaiki sekolah. “Seharusnya bisa memanfaatkan bantuan pihak lain sehingga beban pemerintah menjadi ringan. Tapi kalau kejadiannya seperti ini saya sendiri sudah gregetan,” katanya.

Jimmy mengancam jika Disnakertran tidak bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya, dia sendiri yang akan turun tangan untuk menyelesaikannya. Dia memberi batas waktu hingga Maret nanti agar urusan ini tuntas. ” Saya kasih batas waktu sampai Maret, jika tidak selesai saya turun sendiri ke lapangan. Kasihan sekolah sangat membutuhkan dana untuk perbaikan sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Ahmad Suroto ketika ditemui di kantornya tidak ada di tempat. Sementara dihubungi lewat telepon selulernya dalam keadaan mati. (Nila,Rbk)

Posting Komentar

0 Komentar