HEADER Iklan tEST

BMKG: “ Waspadai Ancaman Puting Beliung “

Ilustrasi Puting Beliung
Radar Bharindo, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melansir bahwa kecepatan angin di Jawa barat masih dalam kondisi normal, yaitu 5-20 kilometer per jam. Meskipun begitu, masyarakat diimbau agar mewaspadai kemungkinan terjadinya angin puting beliung, mengingat puncak musim hujan diprediksi masih akan berlangsung hingga Maret 2017.
"Puncak musim hujan itu ialah jumlah curah hujan tertinggi dalam setahun. Di Jabar biasanya terjadi pada waktu yang bervariasi, antara Januari hingga Maret," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Tony Agus Wijaya saat dihubungi, Selasa 14 Februari 2017.
Menurut dia, pada saat musim hujan kemungkinan puting beliung terjadi akan lebih besar, karena awan cumulonimbus atau awan hitam bergumpal merupakan syarat bagi puting beliung. Selain itu, puting beliung juga dipicu oleh perbedaan suhu permukaan di suatu tempat dengan daerah sekitarnya.
"Oleh karena itu, daerah yang memiliki jenis penggunaan lahan yang berbeda dengan sekitarnya, seperti perumahan di tengah persawahan atau sebaliknya, lebih rawan puting beliung. Daerah rawan puting beliung lainnya ialah di perbatasan daerah perkotaan dan pedesaan, selain daerah yang sebelumnya pernah terjadi puting beliung," tuturnya.
Tony menjelaskan, puting beliung biasa terjadi dalam waktu yang singkat, yaitu kurang dari satu jam. Wilayah terdampak puting beliung pun biasanya tidak begitu luas, yakni sekitar dua kilometer persegi. Kendati demikian, pengaruh cuaca memang tidak bisa dipastikan.
"Puting beliung terjadi karena terdapat jenis awan cumulonimbus atau awah berwarna hitam yang bergumpal, dan terdapat perbedaan suhu permukaan, sehingga angin terkumpul di tempat yang memiliki suhu permukaan lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya. Di tempat tersebut, umumnya puting beliung terjadi pada pagi hari cerah," katanya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, puting beliung termasuk salah satu kejadian bencana alam yang paling sering terjadi di Bandung Barat, setelah bencana longsor. Pada tahun lalu, BPBD Bandung Barat mencatat ada 143 longsor, 60 kebakaran, 15 puting beliung, 6 banjir bandang, dan 6 pergerakan tanah.
Selain merusak lingkungan dan mengakibatkan 4 orang tewas dan 11 orang cacat, seluruh bencana yang terjadi pada 2016 itu pun menimbulkan 198 rumah mengalami rusak berat, 61 rumah rusak sedang, dan 172 rumah rusak ringan.
Walaupun puting beliung jadi salah satu bencana yang rawan di Jawa Barat, BPBD belum memiliki peta daerah rawan puting beliung. "Kalau pemetaan daerah yang khusus rawan puting beliung sekarang ini belum ada, paling yang ada itu peta daerah rawan bencana secara global. Namun, ke depan memang diperlukan kajian mengenai peta rawan bencana yang bersifat spesifik," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandung Barat, Dicky Maulana. (PR,Red)

Posting Komentar

0 Komentar