HEADER Iklan tEST

Tragedi Eno Pacul, Akhirnya 2 Pembunuh Eno Divonis Hukuma Mati

Dua pembunuh Eno sebelum menjalani sidang
Radar Bharindo, Jakarta – Dua pelaku Pembunuhan sadis Eno Fariah, yaitu Imam Hapriadi dan Rahmat Arifin divonis mati. Polisi menilai vonis tersebut membuktikan bahwa penyidikan polisi terbukti.

"Dengan divonisnya para terdakwa tersebut, menunjukkan penyidikan polisi membuktikan bahwa mereka memang bersalah," tambah Argo.

"Kan sudah ada criminal justice system, sudah ada kewenangan masing-masing. Bahwa tugas polisi adalah melakukan penyidikan, jaksa yang membuat dakwaan, dan pengadilan yang memutuskan bersalah atau tidaknya seseorang," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Wartawan Rabu (8/2/2017)..

Saat dimintai tanggapan mengenai vonis mati itu, Argo enggan berkomentar lebih jauh. "Kalau itu saya tidak mau mengomentari. Vonis itu kan kewenangan hakim. Ya, kami tentu menghargai dan sudah sewajarnya diberi hukuman demikian," sambungnya.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis mati terhadap Imam dan Rahmat. Majelis hakim yang diketuai oleh M Irfan Siregar menilai keduanya terbukti secara sah melakukan pembunuhan berencana.

Pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan hukuman mati terhadap Imam dan Rahmat ini adalah perbuatan para terdakwa sangat keji karena dilakukan dengan sengaja dan bersama-sama. Majelis hakim berpendapat apa yang dilakukan kedua tersangka tergolong sadis dan tidak berperikemanusiaan sehingga hal itu memperberat hukuman mereka.

Apalagi keduanya tidak mengakui perbuatannya serta tidak menunjukkan rasa penyesalan. Sedangkan terdakwa lainnya, yakni RA (16), mendapatkan vonis 10 tahun penjara. RA telah lebih dulu divonis dalam perkara yang sama. (Red)

Sumber : Detik.com

Posting Komentar

0 Komentar