HEADER Iklan tEST

Bentrok FBR dan Kelompok Ambon 1 Tewas, 14 Ditahan

Add caption
Radar Bharindo, Bekasi - Bentrokan antar Ormas Front Betawi RemBug (FBR) versus kelompok Ambon kembali terjadi. Peristiwa yang terjadi Selasa (14/3) menewaskan M Shofiudin (42) yang merupakan anggota FBR. Padahal, korban belum mempunyai kartu keanggotaan FBR karena baru mengajukan diri sebagai anggota.

“Korban baru mengajukan diri sebagai anggota Ormas FBR, bahkan KTA juga belum dimiliki Shofiudin. Makanya kita antisipasi anggota semua agar tidak terjadi hal-hal yang lebih parah,” kata salah satu Ketua FBR, Noval kepada Spirit Jawa Barat, Selasa (14/3).

Noval menjelaskan panjang lebar terkait awal mula kejadian keributan antara teman sekitar pukul 2.00 malam di kedai kopi di Seroja. “Saat korban Shofiudin  bersama teman satu kerjaan kolektor asyik minum bersama teman Ambon tiba-tiba diserang kelompoik Jhon Key dengan cadar tutup kepala,” lanjut Noval. Sayangnya serangan membabi buta pada warga Betawi dibiarkan oleh teman-teman yang membuat kesan ada persekongkolan.
“Saya terjun langsung menenangkan anggota FBR agar jangan sampai berkepanjangan minta keterangan yang lima orang dibiarkan. Dugaan sekongkol, pembantaian orang itu. Akhirnya sweeping orang Ambon pun dilakukan di Tytian Indah, Bekasi Utara. Kerja cepat dari Kapolres akhirnya menangkap 14 orang menenanangkan anak buah kita,” tandas Noval.

Beberapa barang bukti yang didapat dari base camp Kelompok Ambon antara lain sajam, panah, pisau komando, tombak, golok dan narkoba. “Nanti dikembangin masalah narkoba”. Kalau panah awalnya adu perang jarak jauh, personil Ambon kurang dan akhirnya berlindung masuk ke rumah.
Upaya kita antisipasi, kita wajib dan harus menjaga kampung. Setelah Kapolres Hero datang ke rumah sakit dan di lokasi ada teman-teman yang kumpul situasi bisa kondusif. Anggota juga kembali pulang setelah 14 orang Ambon ditangkap. Ini yang bisa membikian adanya rasa puas anggota FBR,” papar Noval lagi.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Polisi Erna Ruswing Andari, mengatakan korban M.Shofiudin yang berasal dari kelompok FBR dinyatakan tewas pada Selasa (14/3) pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Ananda setelah sempat mendapat perawatan di Ruang UGD. Korban tewas akibat mengalami pendarahan di bagian kepala sebelah kanan. Jenazah korban lalu dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, oleh Kepolisian Sektor Medansatria. (Red)

Sumber: Spirit

Posting Komentar

0 Komentar