HEADER Iklan tEST

Indonesia dan Malaysia Berunding Lagi Kesepakatan Dagang di Perbatasan

Direktur Perundingan Bilateral Kemendag Ni Made Ayu Marthini menyebut kesepakatan BTA 1970 sudah tidak relevan dengan kondisi terkini di perbatasan. (ANTARA)
Radar Bharindo, Jakarta - Rencana pemerintah menggenjot kesejahteraan masyarakat di perbatasan, ditindaklanjuti dengan mengajak Malaysia melakukan perundingan ulang Border Trade Agreement (BTA) yang berlaku di kedua negara.

Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan (Kemendag) Ni Made Ayu Marthini menjelaskan, perundingan ulang perlu dilakukan. Pasalnya BTA yang terakhir disepakati pada 1970 sudah tidak relevan lagi dengan kondisi terkini.

Beruntung, pemerintah kedua negara telah memulai proses perundingan ulang pada 2011 lalu yang menyisakan beberapa hal yang belum disepakati.

“Review BTA 1970 Indonesia-Malaysia akan dilakukan 6-7 April 2017 di Lombok,” kata Made, dikutip dari laman Kemendag, Jumat (24/3).

Guna mempersiapkan diri dalam proses negosiasi, pemerintah tengah melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Perdagangan Perbatasan di Tarakan, Kalimantan Utara, sejak Kamis (23/3) kemarin.

Rakor ini merupakan forum penting untuk melibatkan semua pihak dalam pengambilan kebijakan, khususnya dalam perumusan posisi runding Indonesia dalam perundingan Review BTA pada 1970 antara Indonesia-Malaysia. Sehingga tidak ada kesenjangan antara realitas dan kebutuhan yang terjadi di daerah dengan pengambil kebijakan di pusat.

“Diperlukan koordinasi Pusat dan Daerah agar permasalahan di perbatasan yang meliputi transportasi, logistik, sarana dan prasarana, dan lain-lain dapat teratasi,” katanya.

Pada akhirnya, pemerintah berharap barang-barang kebutuhan pokok yang diperlukan masyarakat Indonesia yang tinggal di perbatasan bisa tersedia dengan harga yang wajar. (Red)


Sumber: CNN

Posting Komentar

0 Komentar