HEADER Iklan tEST

Negara Rugi Rp 34 Triliun, 1,8 Juta Ha Kebun Sawit di Riau Ilegal

Ilustrasi Hamparan Perkebunan Kelapa Sawit
Ilustrasi Panen Buah Sawit
Radar Bharindo,Pekanbaru - Ketua Pansus Monitoring Perizinan DPRD Riau Suhardiman Ambi, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (2/3/2017), mengatakan luas perkebunan sawit di Riau mencapai 4,2 juta ha. Dari luasan itu 1,8 juta ha ilegal.

"Dari luasan 1,8 juta kita kehilangan pajak yang lumayan banyak nilainya Rp 34 triliun. Kondisi perkebunan sawit ilegal ini dibiarkan terus menerus tanpa ada tindakan apapun dari pemerintah. Padahal perkebunan itu berdiri di atas lahan hutan negara yang dirampas," kata Suhardiman.

Suhardiman mejabarkan, angka Rp 34 T tersebut dihitung dari PPN, PPH. Padahal semestinya dana sebesar itu bisa dipungut negara setiap tahunnya.

"Ini belum hitungan pajak, PBB, PBHTB. Perkebunan ilegal ini bebas dari segala pajak yang mestinya mereka bayar ke negara," kata Suhardiman.

Masih menurut Suhardiman selaku Ketua Pansus Monitoring Perizinan, perkebunan sawit ilegal tersebut berdiri di atas lahan milik negara.
Perkebunan tersebut, ada yang berada di kawasan Taman Nasional, Hutan Lindung, Hutan Suaka Margasatwa dan sejumlah lahan negara lainnya. Keberadaan perkebunan sawit ilegal ini sebagian sudah ada yang masuk masa replanting (penanaman ulang).

"Kalau sudah pernah replanting itu artinya sudah berdiri 30 tahun perkebunan sawit tersebut," kata Suhardiman.

Dari tahun ke tahun, katanya, luasan perkebunan ilegal tersebut terus bertambah. Padahal data sekitar 4 tahun sebelumnya, luas perkebunan sawit ilegal di Riau baru 1,3 juta ha.

"Jika pemerintah tidak serius menanggapi hasil temuan kami, maka hal ini akan terus menjadi preseden buruk ke depan. Pemilik pemodal akan terus merambah kawasan milik negara," tutup Suhardiman. (Red)


Sumber: detik.com

Posting Komentar

0 Komentar