HEADER Iklan tEST

Para Orang Tua Diminta Waspada, “Predator Seks Anak Merajalela Lewat Media Sosial”

Minggu, 19 Maret 2017 - 16:28 WIB Komplotan predator anak yang diringkus Polres Pandeglang. Tiga pelaku mengincar anak-anak yang tengah bermain. (ist)
Radar Bharindo, Jakarta - JAKARTA, - Kepolisian Republik Indonesia baru saja meringkus komplotan paedofil yang melancarkan aksi mereka melalui jejaring sosial.

Yang mengejutkan, polisi menduga komplotan itu masuk ke dalam jaringan paedofil internasional. KPAI mengungkapkan, pada 2013 ke 2014, ada kenaikan kasus kekerasan seksual terhadap anak mencapai 1.297.
Namun, pada 2015 turun drastis. Hal ini dikarenakan adanya Perppu Kebiri, atau regulasi yang memungkinkan jatuhnya hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual pada anak.

Ternyata eksistensi jaringan paedofil ini telah terendus lama oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pada awal 2016, Sekjen KPAI, Erlinda, pernah mengungkap kekhawatirannya.
Dia mengingatkan bahaya jaringan paedofil yang sewaktu-waktu mengintai generasi bangsa. Bahkan berdasarkan hasil investigasi pihaknya, kasus kejahatan yang mengincar anak-anak ini telah melibatkan jaringan paedofil internasional.

Jaringan internasional memang sangat mudah dibentuk dengan kemudahan yang diberikan oleh internet. Bukti, empat administrator Official Candy’s Group di Facebook, telah berhasil mengumpulkan lebih dari 7.000 anggota dari dalam maupun luar negeri.
Begitu cepatnya tersebar walau baru beroperasi selama satu tahun. Dalam kurun tersebut, lebih dari 600 konten foto dan video pornografi anak diunggah di grup tersebut.

Seperti yang dikatakan banyak pengamat, teknologi dan internet merupakan pisau bermata dua. Oleh karena itu seseorang harus bisa bijak menggunakannya.
Sedangkan dalam urusan konsumsi teknologi oleh anak-anak, orangtua dirasa cukup bertanggung jawab untuk bisa menjaga buah hati mereka bersosialisasi di dunia maya.

PENGAWASAN ORTU Pegiat Internet Sehat dari ICT Watch, Dewi Widya Ningrum mengatakan jika teknologi dan Facebook tidak bisa disalahkan. Pasalnya, bagaimanapun dunia tidak bisa membendung teknologi, justru harus dimanfaatkan sepandai-pandainya.

BLOKIR Kejahatan paedofil di media sosial ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Saat melakukan pencarian di Google dengan keyword ‘Facebook’ dan ‘paedofil’, beberapa berita kejahatan seksual terhadap anak banyak bermunculan. Total ada 3,58 juta berita terkait Facebook dan Paedofilia.
Ada yang menggunakan media sosial untuk mengambil gambar anak kemudian mengeditnya sedemikian rupa demi memuaskan fantasi seks mereka.

Ada juga yang sama, menggunakan grup Facebook untuk berbagi foto dan video seksual anak. Sejatinya Facebook sudah memberikan peringatan tegas untuk penggunanya yang ingin bergabung, wajib berusia di atas 13 tahun.

Dalam Terms of Service, bagian Registrasi dan Account Safety, poin 5 tertulis bahwa pengguna tidak BOLEH mendaftar akun Facebook juga berusia di bawah 13 tahun.
Sedangkan pada poin 6 tertera jika Facebook tidak boleh digunakan oleh terpidana penjahat seksual. Dalam sesi tanya jawab di laman media sosial dunia itu, Facebook juga menegaskan jika diketahui akun atau grup yang berisi konten aneh dan tidak membuat nyaman, maka pengguna bisa melaporkannya. (Red)

Sumber: http://news.metro24jam.com


Posting Komentar

0 Komentar