HEADER Iklan tEST

3 Oknum Wartawan Diamankan, Jual Paksa Kaos ke Pemilik Kolam Japung

3 Oknum Wartawan Buser Bhayangkara Diamankan, Tiga lagi masih dalam Pencarian Polisi
Radar Bharindo, Cianjur - Tiga orang oknum wartawan yang mengaku dari Surat Kabar Mingguan (SKM) Buser Bhayangkara Petugas diamankan Polsek Ciranjang, Resort Cianjur, pada Senin (3/4/2017). Ketiga oknum tersebut ditangkap setelah kedapatan menjual paksa kaos berlogo Pers dan Media Buser kepada sejumlah pemilik Jaring Apung (Japung) di Kampung Calincing, Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat.

Dalam keterangannya kepada sejumlah media, Kapolsek Ciranjang Kompol Sjafri Lubis menyebut para pelaku diadukan oleh pemilik Japung karena kerap kerap menjual paksa kaos-kaos tersebut dengan harga Rp 100 ribu.

"Setiap pemilik atau pengelola Kolam Jaring Apung (KJA) dipaksa membeli lima potong kaos dengan total Rp 500 ribu. Pemilik Japung yang resah kemudian melaporkan hal itu, kami lalu menindaklanjuti dengan menerjunkan personil ke lokasi," kata Sjafri kepada wartawan.

Tiga pelaku masing-masing berinisial DS (28), MM (48) dan H (45) berhasil dibekuk bersama barang bukti berupa tiga kartu identitas wartawan Media Buser Bhayangkara, ponsel, satu lembar surat tugas, lima lembar surat pernyataan partisipasi cinderamata berbentuk kuitansi, dan delapan potong kaos bertuliskan "Pers" dan "Media Buser" berwarna coklat.

"Mereka beraksi rombongan, tiga pelaku lainnya masih kita buru berinisial Klis (30), Dra (25) dan DI (35). Identitas dan alamat sudah kita kantongi. Anggota kita juga sudah bergerak memburu para pelaku," lanjut Sjafri.

Sementara itu, seorang pemilik kolam Japung Jeni Sopyan (27) mengaku dipaksa untuk membeli kaos itu oleh para pelaku yang datang ke Japung miliknya dan mengaku sebagai wartawan. Disebut Jeni tersangka membuat aturan minimal pembelian harus 5 potong kaos seharga Rp 500 ribu.

"Mereka 6 orang, katanya harus beli minimal lima potong kaos. Mereka mengatakan jika beli kaos dijamin aman dari berbagai permasalahan. Saya keberatan karena dipaksa harus beli lima potong," tuturnya.

Jeni menyebut kawanan oknum wartawan itu tidak hanya beroperasi di pemilik Japung di Calincing tapi juga pemilik Japung di Blok Coklat, Blok Jangari, dan Blok Nusadua di Kecamatan Sukaluyu.

"Mereka sudah beroperasi selama dua Minggu sekitar awal Maret lalu dan benar-benar meresahkan apalagi ada dari mereka yang membawa senjata api. Kalau ada yang menolak membeli kaos, dia ngeliatin (senpi)," kata Jeni.
(Dtk,Red)

Sumber: Detik

Posting Komentar

0 Komentar