HEADER Iklan tEST

Menakertrans Lepas 570 Peserta Magang di Karawang

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Hanif Dakhiri melepas 570 peserta magang di Karawang. "Karawang menjadi yang pertama di Jawa Barat dalam proses penempatan peserta pemagangan" (Photo Zain Radar BI)
Radar Bharindo, Karawang - Sebanyak 570 peserta magang di Karawang dilepas langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Hanif Dakhiri, pada  Kamis 13 April 2017, di Plaza Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.

Peserta magang ini disalurkan ke 22 perusahaan yang ada di Karawang. Dalam kesempatan ini pula , dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemkab Karawang yang diwakili Kepala Disnakertrans Ahmad Suroto, dengan Perwakilan Pihak Perusahaan dan Peserta program pemagangan.

Menakertrans mengatakan, Indonesia diprediksi akan menjadi negara terbesar ketujuh di dunia dalam bidang ekonomi pada tahun 2030. Namun hal itu bisa terwujud seandainya Indonesia memiliki 113 juta tenaga kerja terampil.
"Saat ini kita baru punya sekitar 57 juta tenaga kerja terampil. Maka untuk mewujudkan 113 juta tenaga terampil, kita masih kekurangan sekitar 56 juta. Jadi pertahun kita butuh 3,7 juta tenaga terampil untuk bisa menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar ketujuh di dunia," katanya.

Dijelakan Hanif, tujuan para peserta dimagangkan adalah untuk bisa mendapatkan keterampilan dengan cara praktek. Sebab, di sekolah hanya diajarkan keterampilan dalam hal teori. Sehingga program pemagangan ini sangat penting untuk membentuk tenaga kerja yang trampil.

"Jadi belum tentu nanti yang magang di situ akan bekerja di situ, karena akan dievaluasi lagi. Tapi yang penting nanti akan disertifikasi dengan mendapat bukti sertifikat keahlian, yang mana nanti bisa digunakan untuk melamar kerja, entah di perusahaan tempat magang atau di perusahaan lainnya," katanya.

Menurut Menakertrans, program pemagangan bisa menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah pengangguran yang juga berkaitan dengan permasalahan ekonomi saat ini.
"Saat ini tercatat 3,47 juta lulusan SMA/sederajat jadi pengangguran. Kemudian 2,79 juta pengangguran dari lulusan SMP. Sisanya dari lulusan SD dan tidak sekolah," katanya.

Selain itu, permasalahan dalam bidang ketenagakerjaan lainnya adalah 56 persen pengisian jabatan di berbagai perusahaan justru tidak singkron dengan latar belakang pendidikan dan keahlian.
"Makanya kita harapkan, dengan adanya sertifikasi keahlian akan mampu mewujudkan dunia kerja yang ideal sesuai dengan keahlian masing-masing," katanya.

Hanif menyambut baik terlaksananya pemagangan di Karawang, dengan jumlah peserta mencapai 670 orang yang akan ditempatkan di 22 perusahaan. "Ini termasuk besar dengan jumlah ratusan. Kita harap perusahaan yang belum bergabung dengan program ini, bisa ikut mendukung dan mensukseskan," katanya.


Sementara itu, Bupati Cellica Nurrachadiana mengapresiasi kerja keras tim vokasi yang dipimpin Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari, sehingga program pemagangan bisa terlaksana. "Kita patut berbangga, karena Karawang menjadi yang pertama di Jawa Barat dalam proses penempatan peserta pemagangan ini," katanya. (Zain,Red)

Posting Komentar

0 Komentar