HEADER Iklan tEST

Oknum Pejabat Pemda Karawang, Terancam Dipolisikan

Asda 1, Samsuri (Photo Istimewa)

Radar Bharindo, Karawang – Terkait sikap Asda 1, Samsuri yang beberapa hari belakangan ramai diberitakan karena terkesan menghalang-halangi tugas wartawan saat mau mewawancarai bupati Cellica.
Ketua LSM Lodaya Kabupaten Karawang, Nace Permana angkat bicara, menurutnya, Samsuri dinilai melecehkan profesi wartawan yang sedang melaksanakan tugas.

Samsuri bisa dilaporkan kepihak kepolisian karena melanggar undang-undang Pers No.40 tahun 1999.


"Profesi wartawan itu sudah diatur dalam undang-undang dan jelas disebutkan bagi siapapun yang menghalang-halangi tugas wartawan sanksinya itu pidana. Terus pertanyaan saya Samsuri itu siapa kok bisa mengatur bupati.

Bupati harus tahu kasus ini ada bawahannya yang arogan terhadap wartawan," kata Ketua LSM Lodaya, Nace Permana, Minggu (2/4).

Menurut Nace dirinya selama ini bergaul dengan wartawan sehingga merasa sudah memiliki hubungan emosional. Sehingga ketika ada pejabat yang merasa berkuasa dan menghina profesi wartawan merasa prihatin.

"Wartawan itu harus dihargai saat menjalankan tugasnya. Apalagi Samsuri itu kan pejabat harusnya memahami profesi wartawan," katanya.

Sementara menurut keterangan Nila, wartawati yang pada saat kejadian berhadapan dengan Samsuri  mengatakan, saat itu Samsuri dengan tegas menolak jika Bupati Karawang Cellica Nurachadiana untuk di wawancara. Bahkan Samsuri berkata dengan nada tinggi. “Kamu, satu menit, satu menit,” ujar Nila menirukan ucapan Samsuri.

Yang terjadi, kata Nila, wartawan tidak menggubris larangan Samsuri, dan tetap menyapa Bupati Cellica yang kemudian meminta waktu agar berkenan diwawancari. Cellica pun berkenan untuk diwawancarai terkait pengelolaan Dana Desa.

“Bohong, tidak benar jika Samsuri memperbolehkan wartawan untuk mewawancarai Bupati Cellica saksinya banyak kok wartawan ada berapa orang," kata Nila.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Karawang, Olan PH Sibarani kecewa.
“Kepentinganya apa.., dia kan asisten I bidang pemerintahan kok mencampuri protokoler. Lagi pula, nara sumber yang diwawancarai wartawan tidak keberatan meluangkan waktunya beberapa menit menjawab pertanyaan wartawan.

PWI Karawang melalui bidang hukum akan mengkaji hal ini, apakah termasuk menghalangi tugas jurnalis atau tidak, seperti yang diatur dalam undang-unang jurnalistik,” kata Olan. (Red)



Sumber: PEKA

Posting Komentar

0 Komentar