HEADER Iklan tEST

Prosedur Standar Pengamanan Polisi, Jika Pengendara Mengelak Dari Razia


Satlantas Polresta Pekanbaru melaksanakan razia rutin di ruas Jalan Yos Sudarso, Pekanbaru, Rabu (Photo Dok Tribun)
Radar Bharindo, Jakarta - Enam penumpang mobil Honda City bernopol BG 1488 ON menjadi korban penembakan oknum polisi pada Selasa siang, 18 April 2017, yang diduga berusaha kabur saat dihentikan petugas gabungan Polres dan Polsek Lubuk Linggau yang menggelar razia Cipta Kondisi. Satu penumpang di antaranya yang bernama Surini (54) bahkan tewas setelah tubuhnya ditembus tiga peluru.

Kapolsek Lubuk Linggau Timur AKP Muhammad Ismail sudah mengingatkan polisi untuk tidak membawa senjata api dalam razia tersebut. Selain imbauan itu, bagaimana sebenarnya prosedur standar pengamanan polisi jika sopir mengelak dari razia yang digelar?

"Tentu SOP-nya dimulai dengan setop menggunakan tangan. Apabila membahayakan petugas seperti akan menabrak petugas, didahului dengan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali," kata Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto, dilansir Antara, Selasa malam, 18 April 2017.

Dari informasi sementara, kata Agung, kendaraan yang ditumpangi satu keluarga yang hendak menghadiri pernikahan keluarga mereka di Lubuk Linggau itu tidak berhenti saat disetop polantas dalam razia kendaraan bermotor.

"Bahkan hampir menabrak tiga polisi, terus dikejar, dan hampir menabrak masyarakat, lalu diberikan tembakan peringatan," ujar Agung.

Meski begitu, Agung mengatakan penyidik Polda Sumatera Selatan untuk menyelidiki kasus razia berdarah itu. Ia menyatakan pihaknya tidak segan menindak anggotanya bila terbukti bersalah.

"Sekarang tim dari polda sedang turun menyelidiki di TKP," katanya.

VIDEO: Detik-Detik Tragedi Razia Berdarah

Polisi mengejar dan melepaskan sejumlah tembakan ke arah kendaraan di Jalan Fatmawati, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. (Dok Lip 6 )

Mantan Kepala Korlantas Polri itu pun menyampaikan bela sungkawa atas terjadinya peristiwa yang merenggut satu nyawa tersebut. "Saya turut berduka cita," ucap Agung.

Sebelumnya, anggota Polres Lubuk Linggau menembaki mobil yang ditumpangi enam orang warga Desa Blitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu dengan sepuluh peluru.

Setelah dihujani timah panas, mobil tersebut berhenti. Para polisi langsung turun melihat kondisi para penumpang di dalam mobil. Mereka melihat terdapat enam penumpang terkena tembakan.

Penumpang yang terkena peluru tembakan polisi tersebut adalah Novianti (30), warga Kelurahan Karya Bakti Kecamatan Lubuklinggau Timur I terkena tembakan di pundak kanan, Diki (30) yang bertugas sebagai sopir tertembak di bagian perut kiri dan Genta (2), anak Novianti, tertembak di kepala bagian samping kiri.

Lalu, Dewi Herlina (40) yang merupakan kakak kandung Novianti tertembak di bahu kiri atas dan Indra (33), adik kandung Dewi Herlina terkena tembakan di leher bagian depan. Satu penumpang lainnya atas nama Galih (6), tidak mengalami luka apapun.

Kondisi terparah dialami Surini (54), warga Dusun 4 Desa Blitar Muka, Bengkulu, yang merupakan ibu kandung dari Novianti yang meninggal di tempat dengan tiga tembakan yang menghantam bagian dadanya.

Keenam korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Sobirin Lubuk Linggau sekitar pukul 17.40 WIB. Jenazah Surini langsung dipisahkan dan kondisi Indra yang kritis langsung berusaha diselamatkan. (Lip6,Red)



Sumber: Liputan 6

Posting Komentar

0 Komentar