HEADER Iklan tEST

Si Melon, Langka dan Dipasarkan Rp 25.000 Pertabung

Tumpukan Tabung kosong gas 3 Kg disalahsatu Pangkalan.
Radar Bharindo, - Kelangkaan 'gas melon' (sebutan populer gas/elpiji tabung 3 kg) yang terjadi di berbagai daerah, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa, membuat keresahan dan penderitaan yang belum terselesaikan hingga kini khususnya warga miskin
sebagai konsumen utama komoditas energi bersubsidi ini.

Kelangkaan gas melon berimbas pada meningkatnya beban biaya energi rumah tangga miskin. Selain sulit mendapatkan gas melon di pasaran, harga jual eceran juga melambung jauh dari kondisi normal, harga gas melon yang seharusnya dijual dikisaran Rp 16.000 sampai Rp 17.000/tabung, kini dijual antara Rp 25.000/tabung.

Kalau harga Gas subsidi/gas melon mencapai Rp 25.000 Pertabung (3Kg), berarti perkilogramnya dikisaran Rp 8.350, perkilogramnya.

Keresahan masyarakat semakin menjadi tatkala di pangkalan dan kios pengecer yang ditawarkan pada pelanggan gas melon adalah gas ukuran 5 kg dengan harga komersial.
Ada kesan, terjadi pengkondisian agar masyarakat mulai beralih dari gas melon bersubsidi 3 kg ke gas biru 5 kg dengan harga komersial. Padahal, gas/elpiji sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat, termasuk keluarga miskin.

Salah seorang pengguna Gas Melon yang enggan disebutkan namanya menuturkan, “kami sudah migrasi dari minyak tanah ke gas/elpiji, ya walaupun susah untuk memulainya, karena hal baru, tapi harapannya pakai Gas Melon bisa lebih irit dan ramah lingkungan sesuai penjelasan dari Pemerintah, tapi kalau kenyataannya seperti ini ya.. dengan adanya opsi gas 5 kg bukan sebagai meringankan ekonomi masyarakat tapi penambah beban, ujarnya.

Lain halnya dengan keluhan suyatna (52) Selain langka, gas melon juga kualitas produknya buruk. Kasus yang paling banyak adalah isi gas tidak sesuai dengan yang dijual, dirinya pernah beberapakali mencoba menimbang ulang, dan ternyata yang seharusnya berisi 3 Kg pertabung pada kenyataannya isinya berkisar antara 2,5 Kg sampai dengan 2,8 Kg, ya memang diwarung dijual dengan harga Rp 25.000 pertabung, kata pemilik warung sih darisononya aja (Pangkalan) sudah Rp 22.000 / Tabung, katanya sih ganti ongkos ngangkut, jelasnya.

Jadi... kalau boleh saya mengibaratkan si Melon tuh “ Idola Pembawa Derita) “ Candanya


Dikatakan Idola, karena dibutuhkan semua lapisan masyarakan kelas ekonomi bawah dan menengah, sedangkan dikatakan pembawa deritanya ya susah barangnya, mahal dan tidak sesuai lagi isinya, lengkaplah sudah deritaku. Hehehhh sambil tersenyum (Red)

Posting Komentar

0 Komentar