HEADER Iklan tEST

SMS FINANCE GUNAKAN DEBT COLLECTOR JABEL KENDARAAN NASABAHNYA

Himbauan Pihak Kepolisian tentang aksi Debt Collector yang meresahkan Masyarakat (Photo Int)
Radar Bharindo, Karawang – Maraknya himbauan – himbauan yang dilakukan polri mengenai pemberatasan premanisme berkedok Debt collector nampaknya tidak diindahkan pihak SMS Finance cabang karawang, pasalnya belakangan ini terjadi perampasan kendaraan mobil nasabahnya dengan menggunakan jasa preman berkedok Debt collector, diketahui pula debt colector tersebut tidak memiliki legalitas yang sah dari segi penugasannya, hal ini sangat membuat resah para konsumen khususnya, apalagi mereka tidak jarang melakukan tekanan bahkan kekerasan.

Asep ( 32 ) salahsatu warga telukjambe barat kec karawang barat ini menjadi korban dalam tindak perampasan kendaraan roda 4 ( empat ) atau Mobil yang digunakannya oleh pihak preman yang berkedok Debt collector yang ditugaskan oleh pihak SMS Finance karawang, dirinya diikuti dari belakang hingga akhirnya diambil mobil yang digunakannya oleh pihak debtcolector,

“ Pada awalnya saya diikuti oleh 1 unit mobil berisikan 6 orang didalamnya, saya mengetahui Debt Collector saat mobil tersebut menghampiri saya saat saya sampai ditempat saya bekerja dengan bertanya mobil siapa ini, saya menjawab ini mobil sodara saya, karena ini memang mobil sodara saya yang saya pinjam, namun saya langsung digiring ke kantor SMS Finance karawang yang digaluh dan dipaksa untuk menandatangani surat penyerahan, dan kunci kontak mobil dipinta secara tegas kepada saya, karena mereka banyakan, dan saya sendiri tidak faham aturannya maka saya ikutin mau mereka. “ terangnya saat ditemui awak media.

Dikesempatan yang sama, Firman, salahsatu kerabat korban mengutarakan terlalu beraninya pihak SMS Finance menggunakan jasa preman, padahal himbauan – himbauan perangi Debt Collector sudah dibewarakan pihak Polri dimana mana, dipertegas dengan adanya dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan.

“ Saya harap pihak kepolisian dapat menyikapi permasalahan ini, pasalnya, selain sudah melanggar aturan yang ada, pihak SMS Finance ini pun melakukan pengambilan unit dengan menggunakan preman yang berkedok Debt collector.

Setelah dikonfirmasi, para preman ini tidak dibekali legalitas penugasan yang sah dari pihak terkait, dan lebih jelasnya lagi melanggar ketentuan yang diatur dalam undang – undang fidusia, yang dimana dalam aturan tersebut mengatur secara jelas dalam tekhnis penyitaan aset milik konsumen atau debitur. “ Papar Firman (24) salahsatu saksi dalam proses penyitaan unit tersebut.

Ditambah lagi “lanjutnya “ adanya hak – hak konsumen yang tidak tipenuhi pihak sms finance, seperti tidak diberikannya STNK kepada konsumen, serta pemotongan pencairan tanpa adanya keterangan lebih lanjut, hal tersebut agar menjadi pengkajian ulang pihak terkait terutama OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ) agar lebih ditertibkan lagi seperti leasing nakal tersebut.” Lengkapnya


Unit kendaraan dititipkan sementara di Mapolsek Telukjambe (Photo Zain)
Dikesempatan berbeda, GS, salahsatu Debt Collector yang melakukan penarikan unit tersebut mengutarakan akan kronologisnya, “ Saya hanya menjalankan tugas dari pihak sms finance, dan saya baru dibayar 8 juta rupiah, sisanya tinggal 4 juta rupiah yang belum dibayarkan kepada team saya, dengan kesepakatan harga biaya jasa kami sebesar 12 jt rupiah, apabila mau lebih jelasnya silahkan tanya pihak sms finance nya saja, karena kami hanya menjalankan tugas.” Terangnya saat ditemui awak media.



Menurut informasi yang dihimpun dilapangan, atas adanya kejadian tersebut, pihak korban membawa perkara ini kepada pihak kepolisian sektor telukjambe timur untuk ditengahi, pasalnya, pihak leasing bersihkeras pada pendirian dengan alibi bahwasannya tindakan yang dilakukannya itu sudah benar, hingga berita ini diturunkan, mobil yang disengketakan masih diamankan di Mapolsek Telukjambe timur untuk dilakukan tahap mediasi antara debitur atau konsumen dengan kreditur atau pihak leasing. (Zain,Red)

Posting Komentar

0 Komentar