HEADER Iklan tEST

Teror Terhadap Novel Baswedan, Dikecam Pelajar Indonesia di Belanda

Sejumlah aktivis dari Koalisi Masyarakat Sipil melakukan aksi mengecam aksi kekerasan terhadap Novel Baswedan di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (11/4). Mereka dengan membawa gambar wajah Novel meminta pemerintah untuk mengusut tuntas kekerasan tersebut. (Photo Radar Bhayangkara) 
Radar Bharindo, Jakarta  – Dukungan untuk penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan yang menjadi korban teror penyiraman air keras oleh orang tak dikenal terus mengalir. Kini dukungan itu datang dari negeri kincir angin, Belanda.

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda menyatakan keprihatinannya terhadap aksi teror itu. “Mengecam segala bentuk kekerasan dan teror yang dilakukan demi melemahkan penegakan dan penindakan kasus korupsi di Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal PPI Belanda M. Fariz Isnaini dalam keterangan tertulisnya Jum’at, 14 April 2017.
Sekretaris Jendral PPI Belanda M Fariz Isnaini saat dikonfirmasi mengatakan, sedikitnya terdapat 1.700 pelajar Indonesia yang menempuh studi di 16 kota di Belanda menyatakan dukungannya terhadap Novel Baswedan.


PPI Belanda mengimbau kepada seluruh pelajar dan masyarakat Indonesia agar selalu mendukung pencegahan dan pemberantasan korupsi. Mereka juga mengajak masyarakat dan pelajar untuk mengawal pengusutan kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan ini hingga tuntas.

Fariz  meminta aparat penegak hukum segera mengungkap kasus tersebut. “Mengimbau pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan pengusutan menyeluruh dan tuntas terkait dengan tindak kekerasan tersebut,” ucapnya.

PPI, kata Fariz, turut mengapresiasi KPK yang konsisten melakukan pemberantasan korupsi meski kerap menerima risiko ancaman terhadap keselamatan diri dan keluarga.

Di samping itu, PPI juga mengimbau masyarakat, khususnya pelajar dan masyarakat Indonesia, untuk selalu mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di Tanah Air. Dan mengawal pengusutan kasus teror kepada Saudara Novel sampai tuntas," tuturnya.


Novel kini tengah mengusut dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP. Sebelumya ia pernah memimpin penyidikan kasus korupsi simulator SIM di kepolisian. (Team,Red)

Posting Komentar

0 Komentar