HEADER Iklan tEST

Tragedi Razia Berdarah, Ini Janji Kapolda Sumsel

Kapolda Sumsel berjanji menindak tegas polisi penembakan saat razia berdarah. (Photo Lip6).
Radar Bharindo, Palembang - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus usut Penembakan yang dilakukan oleh salah satu anggota Polres Lubuk Linggau saat razia berdarah. Akibat berondongan tembakan polisi terhadap mobil yang ditumpangi sekeluarga asal Bengkulu, satu orang tewas serta sisanya luka dan kritis.

Kapolda Riau dalam pernyataannya menyampaikan, dalam pengusutan ini, salah satu anggota Polres Lubuk Linggau disebut-sebut sudah jadi calon tersangka penembakan saat razia berdarah yang terjadi Selasa, 18 April 2017. Dan menyebut yang menembak adalah Brigadir K, polisi yang bertugas sebagai anggota Sabhara Polres Lubuk Linggau.


Berikut Rekaman Videonya
Kapolda Riau akan mengusut Tragedi Razia Berdarah hingga tuntas (Video Dok CNN )

"Tim gabungan dari Propam Polda Sumsel masih memeriksa yang melakukan penembakan berinisial Brigadir K," kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Mapolda Sumsel, Palembang, Rabu (19/4/2017).

Agung menyatakan turut berdukacita atas meninggalnya Surini (51), salah satu korban penembakan anggota Polres Lubuk Linggau saat razia berdarah itu.

Baca Juga : ➢Prosedur Standar Pengamanan Polisi, Jika Pengendara Mengelak Dari Razia 

Agung membeberkan kronologi peristiwa pada Selasa sekitar pukul 11.30 WIB tersebut. Saat itu melintas sedan Honda City di tengah razia Cipta Kondisi Polres Lubuk Linggau, di Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuk Linggau Timur 1, Kota Lubuk Linggau.


Saat disetop polisi, pengendara Honda City tidak mau menghentikan laju mobilnya dan hampir menabrak tiga polisi. Mengetahui itu, seorang polisi langsung mengecek nomor pelat BG 1488 ON ke Samsat Lubuk Linggau. Ternyata, pelat nomor mobil tersebut tidak terdaftar.

Petugas lalu mengejar kendaraan Honda City yang melaju kencang itu. Dua polisi mengendarai mobil Mitsubishi Kuda, yang terdiri dari Brigadir K dan anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang mengendarainya.

Lalu, ada dua polisi yang turut mengejar menggunakan sepeda motor. Namun, salah satu polisi bermotor sulit mengejar laju mobil polisi, sehingga berhenti dan berbalik arah ke lokasi razia.

"Sementara Kapolsek Lubuk Linggau Timur tidak ikut mengejar, tetap di lokasi razia," ucap dia.

Seusai melewati persimpangan, pengendara Honda City nyaris menyerempet mobil pengendara lain yang lewat. Bahkan, pengendara tersebut nekat menerobos lampu merah.

Brigadir K kemudian melepaskan tembakan beberapa kali. Seorang polisi yang mengendarai sepeda motor lain langsung berhenti di belakang mobil polisi ketika sedang terjadi penembakan.

"Karena pelat nomornya bodong, jadi secara insting kepolisian, pengendara tersebut diduga pelaku 3C (curanmor, curas, atau curat)," kata Agung soal kronologi penembakan saat razia berdarah itu.


Saat Honda City berhenti, polisi langsung mendekati mobil tersebut. Setelah diperiksa, ada satu orang penumpang yang meninggal dan empat orang ikut tertembak, namun masih dalam keadaan sadar. (L6,Red)

Posting Komentar

0 Komentar