HEADER Iklan tEST

BM PAN Karawang, Pernyataan Menteri Sofyan Djalil, Tidak Sesuai dengan Janji Presiden

Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil
Radar Bharindo - Kedatangan Sofyan Djalil ke Karawang, Kamis (10/5) siang dianggap sia-sia dan tidak membuahkan solusi untuk para petani yang saat ini mengungsi di Rumah Dinas Bupati (RDB).

Petani Telukjambe korban penggusuran lahan oleh PT Pertiwi Lestari menganggap pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil, tidak sesuai dengan janji Presiden RI Joko Widodo.


Menurut Ketua BM PAN Karawang, Dadi Mulyadi, kunjungan yang terkesan mendadak itu, Sofyan Djalil menyampaikan, pemerintah akan memberikan hak atas tanah pengganti lahan yang digusur PTPL, kepada 96 Kepala Keluarga (KK). Sementara sisanya, sebanyak 504 KK akan diberikan lahan garapan di tanah Perhutani dalam Program Hutan Bersama Masyarakat (PHBM).

Padahal kata Dadi, saat pertemuan dengan perwakilan petani di Istana Negara beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi berjanji akan menyelesaikan konflik agraria di wilayah Blok Kutatandingan, Telukjambe, Karawang hingga tuntas. Bahkan kata Dadi, Jokowi juga menyanggupi akan memberikan hak atas tanah kepada 600 petani itu, masing-masing seluas 500 meter.

"Tapi sekarang jadi lain lagi ceritanya. Pemerintah melalui Menteri ATR BPN hanya akan memberikan hak atas tanah itu kepada 96 KK," ungkapnya.

Atas pernyataan ini, kata Dadi, pihaknya beserta para petani korban penggusuran PTPL, jelas tidak bisa menerima.

"Dalam hal ini, kami juga mencium ada kejanggalan. Dimana keputusan atas pemberian lahan kepada 96 KK itu dilakukan tanpa melibatkan kami dan perwakilan petani," katanya. (Red)


Sumber : R.Mol Jabar

Posting Komentar

0 Komentar