HEADER Iklan tEST

H.Mulyono-KOMPAK Berharap Karawang Selalu Kondusif, "Terkait Kasus Aking" Polisi Dimintanya Bertindak Profesional

Suasana proses pelaporan di Polres Karawang, terkait dugaan penodaan agama, tampak Ketua umum LSM-KOMPAK H. S.Mulyono S.H /berkumis, Ketua LSM-LODAYA Nace Permana S.E dan awak media, Senin  22/05/2017 (Radar Bharindo)

Terlapor Aking Saputra (Photo Net)
Radar Bharindo – Bukan hisapan jempol, Masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Karawang ternyata membuktikan ucapannya, rabu hari ini mereka yang merasa tersinggung dengan status facebooknya Aking Saputra yang dianggap telah melecehkan agama Islam ini, benar-benar menindaklanjuti dengan melaporkannya kepihak Mapolres Karawang.

Kami semua datang ke Polres Karawang dengan maksud melaporkan Aking Saputra, atas tuduhan penistaan agama dan merendahkan martabat dunia pendidikan berdasarkan status-statusnya di facebook. Kami menempuh jalur hukum dengan harapan Umat Islam tidak terpancing dengan hal-hal yang bisa menimbulkan kekisruhan.

“Kami ingin Karawang tetap kondusif, tegas Mulyono, salah seorang perwakilan Forum Masyarakan Karawang yang juga sebagai Ketua Umum LSM-KOMPAK” 22/5/2017.

Bukti Pelaporan kepihak Kepolisian (Gb Net)
Maka dari itu dia dan rekan-rekannya berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti dan bisa menjaga kepercayaan kami semua terkait penanganan kasus ini.

Adapun mengenai permintaan ma’af Aking terkait statusnya yang membuat gerah, Mulyono mengatakan telah mema’afkannya. Tapi inikankan bukan hanya menyangkut pribadinya saja, ini menyangkut publik khususnya umat Muslim, apalagi kita ini berada di Negara Hukum yang sepatutnya patuh terhadap aturan / hukum yang berlaku, tegasnya.

Mulyono pun menambahkan, kalau yang menyertainya dalam pelaporan ini bukan hanya umat Islam, tapi ada juga umat lain yang merasa kecewa dengan prilaku Aking yang bisa memecah persatuan dan kerukunan antar umat di-Karawang yang selama ini terjalin dengan baik.



Dalam berkas laporan Polisi yang ditunjukkan kepada awak media ; Aking Saputra  dilaporkan dengan tuduhan melanggar KUHP. Pasal 156 tentang penodaan agama dan Undang-undang Nomor 11, Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Electronik (ITE). Dari kedua pasal ini, Aking Saputra berpotensi diancam pidana penjara 5 tahun. (Zain,Red)

Posting Komentar

0 Komentar