HEADER Iklan tEST

Sikapi Peluncuran Rudal Korea Utara, Dewan Keamanan PBB Segera Gelar Pertemuan Darurat

Korea Utara mengklaim berhasil meluncurkan rudal balistik jenis baru, Senin (15/5/2017).
Radar Bharindo - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) akan menggelar pertemuan darurat menyusul peluncuran rudal balistik Korea Utara, Minggu (14/5/2017).

Sebelumnya Amerika Serikat (AS) dan Jepang menyerukan agar segera digelar pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Uruguay yang saat ini menjadi ketua dewan tersebut, menjadwalkan pertemuan itu kemungkinan dilakukan, Selasa (16/5/2017) siang.

Jepang, AS, dan Korea Selatan menargetkan untuk segera meloloskan pernyataan yang mengecam peluncuran rudal tersebut.
Serta menyerukan penerapan sanksi yang diberlakukan kepada Pyongyang oleh DK PBB.

Cina dan Rusia terus menekankan pentingnya dialog dibandingkan meningkatkan tekanan terhadap Korea Utara.

Peluncuran rudal balistik Minggu pagi Korea Utara dipandang menjadi tantangan bagi Presiden baru Korea Selatan Moon Jae-In.
Rudal balistik terbaru, diluncurkan dari pangkalan militer di Kusong di pantai barat laut Korea Utara yang menempuh 700 kilometer sebelum mendarat di laut Jepang.

"Tidak ada alasan yang membenarkan tindakan Korea Utara," tegas Nikki Haley, Duta besar AS untuk PBB, dalam akun twitternya.

"Cina tidak bisa mengharapkan dialog. Ancaman ini nyata," tambahnya.

Di Brussels, juru bicara NATO Oana Lungescu menyatakan Pyongyang kembali melakukan pelanggaran menyolok atas serangkaian resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa.

Ini merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional."

Presiden AS, Donald Trump mengeluarkan pernyataan singkat menyerukan diterapkannya sanksi lebih keras terhadap Korea Utara.

"Ini provokasi terbaru yang mendesak kita untuk semua bangsa menerapkan sanksi yang jauh lebih kuat terhadap Korea Utara," katanya.

Rudal terbaru Korea Utara yang diluncurkan dalam uji coba, Minggu (14/5/2017) kemarin, adalah jenis roket terbaru.

Kabar itu dilansir media pemerintah Korea Utara KCNA di Pyongyang, yang dikutip AFP, Senin (15/5/2017).
Disebutkan, produk terbaru itu adalah rudal balistik strategis Hwasong-12.

Diberitakan pula, Pemimpin Korea Utara, Kim Jon Un mengawasi langsung peluncuran roket tersebut kemarin.

Korea Utara yang terisolasi karena berada di bawah beberapa set sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akibat program nuklirnya, kemarin kembali menarik perhatian dunia.

Telah lama, Pyongyang menyebutkan negaranya membutuhkan senjata atom untuk mempertahankan diri dari ancaman invasi.

Perkembangannya pun dikabarkan mengalami kemajuan, hingga mampu menciptakan peluru kendali yang bisa mengangkut hulu ledak nuklir ke daratan Amerika Serikat.

Ketegangan antara AS dan Korut pun memuncak dalam beberapa pekan terakhir.

Washington sempat mengatakan bahwa tindakan militer merupakan pilihan yang dipertimbangkan.

Sementara Pyongyang mengeluarkan ancaman balik, hingga konflik dan ketegangan semakin memuncak. (Red)


Sumber : AFP/CNN/NHK/AP/Tribun 

Posting Komentar

0 Komentar