HEADER Iklan tEST

Presiden Jokowi Kutuk Perbuatan Israel Terhadap Palestina di Masjid Al-Aqsa

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Photo : Nett)
Radar Bharindo,Jakarta ~ Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir menyebut Presiden Jokowi telah memberikan komentar terkait konflik yang kian memanas antara Palestina dan Israel sepekan terakhir. Jokowi sebutnya mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan Israel terhadap jamaah di Palestina.

“Presiden telah memberikan komentar, mengutuk hal itu (pembatasan beribadah) dan meminta PBB membuat aksi tegas,” kata Armanatha Nasir dalam Diskusi Redbons ‘Masjidil Aqsa & Umat Islam Indonesia’ di Kantor Redaksi Okezone, Selasa (25/7/2017).

Negara Palestina dan Israel sejak 16 Juli 2017 lalu mengalami kericuhan hebat, setelah petugas kemanan negara zionis itu memasang metal detektor di pintu masuk Masjid Al-Aqsa. Akibatnya, imam masjid terluka, tujuh jamaah meninggal dunia dan sejumlah jamaah lainnya mengalami luka-luka setelah melakukan perlawanan.

Disamping itu, Armanatha menyebut Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi juga telah melakukan komunikasi dengan sejumlah menteri luar negeri negara sahabat untuk mencari solusi mengenai masalah ini. Termasuk menjalin komunikasi dengan Perdana Menteri Palestina, Turki hingga Yordania.

Dalam pertemuan tersebut, kata Armanatha, pihak Indonesia sejak awal telah melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan perkara ini. Terutama untuk tidak membatasi hak-hak jamaah untuk melakukan melakukan ibadah di komplek Masjidil Aqsa.

Pihaknya juga menyampaikan kutukan dan pelanggaran HAM yang dilakukan pihak keamanan Israel. Bahkan Menlu sudah 2 kali mengirimkan surat ke OKI. Surat pertama soal posisi Indonesia yang mengutuk perbuatan Israel, serta surat kedua untuk mengecam pembatasan ibadah terhadap umat Muslim.

“Intinya kita ingin pastikan ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan kapan saja oleh israel. Ada beberapa kali langkah Israel yang membatasi warga Palestina (untuk beribadah), termasuk hanya diizinkan masuk oleh jamaah yang usia di atas 50 tahun. Harus ada konsekuensi bagi yang melarang,” tegasnya. (.Red)


Sumber : CNN.com

Posting Komentar

0 Komentar