HEADER Iklan tEST

Kronologi OTT Dirjen Hubla Kemenhub

Barang bukti hasil Operasi Tangkap Tangan kasus dugaan suap Dirjen Hubla Kemenhub, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 24/8/2017. (RBI)
Radar Bharindo, Jakarta ~ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Antonius Tonny Boediono sebagai tersangka kasus suap, Rabu 23 Agustus 2017 malam.

Selain Tonny, KPK juga menetapkan status yang sama terhadap Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap sebesar Rp 20 miliar terkait proyek-proyek di Ditjen Hubla tahun 2016-2017, termasuk pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah.

Berikut kronologis kasus yang terungkap berdasarkan hasil operasi tangkap tangan (OTT) itu ?

KPK membeberkan sekitar Rabu pukul 21.45 WIB, tim penyidik menangkap Tonny di kediamannya, yakni Mess Perwira Dirjen Perhubungan Laut Jalan Gunung Sahari Jakarta Pusat.

Selanjutnya, 13 jam kemudian atau pada Kamis (24/8/2017) pukul 10.00 petugas menangkap Direktur PT Adhi Guna Keruktama David Gunawan dan Manajer Keuangan PT Adhi Guna Keruktama Sugianto di Kantor PT AGK di Sunter.

Selanjutnya penyidik menangkap Komisaris PT AGK  Adiputra Kurniawan di apartemenya di Kemayoran, Jakarta Pusat. Terakhir pada pukul 15.00 WIB  KPK mengamankan Kepala Sub Direktorat Pengerukan dan Reklamasi Ditjen Hubla, Wisnu. di Kantor Dirjen Hubla.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengungkapkan proses penangkapan berlangsung lancar. Tidak ada upaya perlawanan dari yang bersangkutan.

"Secara bertahap kelima orang langsung dibawa ke Kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan," ucap Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/8/2017).

Dari tangan tersangka, penyidik mengamankan 33 tas yang berisi uang tunai sebesar Rp 18,9 Miliar, yang terdiri dari dolar Amerika, dolar Singapura, poundsterling, ringgit Malaysia dan rupiah.
Selain itu disita pula kartu ATM dengan saldo Rp 1,174 Miliar.

Suap yang diduga dilakukan Adiputra kepada Tonny terkait pekerjaan pengerukan pelabuhan Tanjung Mas Semarang.Proyek ini berlangsung pada tahun anggaran 2016-2017.

Saat ini KPK telah menyegel mess dan ruang kerja Tonny dan Kantor PT AGK di Sunter. "Kita masih terus melakukan pengembangan," kata Basaria. (RBI,Red)


Sumber : Sindo.com

Posting Komentar

0 Komentar