HEADER Iklan tEST

APBD Karawang TA 2017 Belum Alokasikan 20% Anggaran Pendidikan

UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya dalam Pasal 49 ayat (1) dijelaskan, yaitu dimana penganggaran pendidikan harus dialokasikan sebesar 20 persen dari APBN maupun APBD
Radar Bharindo, Karawang ~ Berdasarkan data melalui pagu anggaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, APBD Karawang TA 2017 diketahui belum mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan yang sesuai dengan aturan UU Nomor 20 Tahun 2003.

Ahmad Sayuti Ridwan, Pemerhati Pendidikan Karawang.
Pemerhati pendidikan Karawang, Ahmad Sayuti Ridwan mengatakan, APBD Karawang TA 2017 telah melanggar aturan badgeting yang telah diatur oleh pemerintah pusat. Salah satunya, yaitu penetapan anggaran pada Disdikpora Karawang.

Dijelaskan Ridwan, APBD Karawang 2017 hanya menganggarkan Rp 152.345.904.000,- dari total APBD Rp 4.292.365.679.855,-, atau sekitar 3,5% dari nilai APBD Karawang.

Baca :➢ Mendikbud: Daerah Jangan Kurangi Dana Pendidikan 20 Persen

Padahal dijelaskannya, dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya dalam Pasal 49 ayat (1) dijelaskan, yaitu dimana penganggaran pendidikan harus dialokasikan sebesar 20 persen dari APBN maupun APBD.

Kutipan : UU Nomor 20 Tahun 2003,Pasal 49 ayat (1) tentang Sistem Pendidikan Nasional. 

“Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tersebut, setiap pemerintah daerah wajib memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen, dan itupun di luar gaji pendidik atau guru,” tutur Ahmad Sayuti Ridwan, kepada Radar Bharindo, Selasa (26/9).

Mantan Ketua Umum demisioner Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Karawang tersebut juga menambahkan, sampai saat ini ia mengakui belum mengetahui secara pasti alasan atau persoalan Pemkab Karawang yang belum mampu mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD.


“Yang pasti dengan pengalokasikan anggaran pendidikan di Disdikpora Karawang sekitar 3,5 persen ini, masih banyak sekolah rusak di Karawang yang belum bisa diperbaiki. Dan pengalokasian penganggaran pendidikan yang minim ini tentu akan berdampak kepada permbangunan pendidikan di Karawang,” tandasnya. (Adk,RBI 248)

Baca Juga :
“Taman Goib” Disdikpora, Minggu Ini Mau Dilaporkan ke Kejati
PPTK DLHK, Mengakui Adanya “Proyek Siluman” TPA Jalupang
IMB Diduga Bermasalah, Pembangunan Pabrik Gudang Kaca Disorot !!!

Posting Komentar

0 Komentar