HEADER Iklan tEST

Dedi Mulyadi akan Polisikan “Surat Bodong” DPP Golkar

Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta (Poto Adk)
Radar Bharindo, Purwakarta ~ Rencananya Senin lusa (25/9), Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi akan mempolisikan “Surat Bodong DPP Golkar” yang menjelaskan penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari Partai Golkar ke Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien Syafiuddin.

Langkah ini dilakukan Dedi Mulyadi untuk mengetahui siapa dan dari mana sebenarnya “Surat bodong DPP Golkar” tersebut berasal.

“Nah kalo surat itu bodong berarti ada tanda tangan palsu, baik itu tanda tangan ketua umum maupun sekjen. Kemudian ada yang posting sebuah surat yang palsu itu. maka itu kan sudah masuk ke ranah pidana,” tutur Dedi Mulyadi, kepada awak media, Jumat (22/9).

Bentuk Surat Keputusan DPP
Golkar"Bodong"yang tersebar
di Media Sosial
Menurut Dedi, surat bodong DPP Golkar tersebut bisa masuk ranah pidana. Yaitu dengan alasan pertama, adanya pencatutan tanda tangan. Kedua, adanya penyebaran berita palsu  atau hoax.

“Untuk itu Golkar kan partai besar, partai yang berpengalaman, maka kewibawaan partai  itu perlu dijaga dari berbagi tangan yang merusak sendi-sendi ke partaian dan mengadu dombakan antara partai di tengah-tengah krisis kepartaian yang begitu berat yang dialamai partai golkar,” timpal Dedi Mulyadi.

Makadari itu, sambung Dedi, sebagai Ketua DPD I Golkar Jawa Barat ia akan meminta kepada Biro Hukum Partai Golkar Jawa Barat untuk melaporkan surat bodong itu ke Mabes Polri atau ke Polda Jawa Barat.

“Itu saja yang akan dilakukan Partai Golkar pada hari senin. Kita akan laporkan, sehingga nanti kita bisa mengetahui siapa yang membuat surat bodong tersebut berdasarkan  pernyataan dari sekretaris jendral (Idrus Marham, red),” pungkas Dedi.


Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Bharindo, khusus simpatisan Dedi Mulyadi di Karawang sendiri berencana akan melakukan aksi demonstrasi ke DPP Partai Golkar. Perbincangan ini mulai ramai dibicarakan melalui media sosial facebook. Dan sampai berita ini masuk meja redaksi, belum ada satupun simpatisan Dedi Mulyadi di Karawang yang berani menjelaskan terkait rencana aksi demonstrasi ke DPP Golkar tersebut. (Adk,RBI 248)

Posting Komentar

0 Komentar