HEADER Iklan tEST

Heboh !!! “Proyek Taman Goib” Disdikpora Karawang, Ini Kata PPTK

Salah satu bagian depan pembangunan taman, pagar dan drainase di kantor Disdikpora Karawang yang sempat ramai dipertanyakan publik Karawang. (Photo: Adk)
“Kami mewajarkan jika publik curiga karena tidak ada bukti fisik pembangunan taman. Karena pembangunannya memang dalam bentuk auning, pemagaran dan drainase dari mulai halaman depan, samping, sampai halaman belakang kantor Disdik,” timpal Ocid.
Radar Bharindo, Karawang ~ Terkait adanya dugaan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif atas proyek pembangunan taman di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang senilai Rp 400 juta lebih, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Disdikpora menegaskan, bahwa proyek tersebut merupakan pekerjaan Tahun Anggaran (TA) 2017.

Sebelumnya diberitakan, pemerhati pendidikan yang masih merupakan Ketua Pena Anggaran Karawang, Nurdin Pelez sempat merilis, jika anggaran penataan taman di lingkungan Disdikpora Karawang terindikasi ada unsur manipulasi.

Pasalnya, sampai saat ini tidak terlihat adanya bukti fisik pembangunan taman senilai Rp 413.380.000,- rupiah di lingkungan Disdikpora Karawang tersebut. Sehingga Nurdin menyindir, jika pembangunan taman tersebut seperti pembangunan “proyek taman goib”.

Menyikapi persoalan ini, PPTK Disdikpora, Ocid Rosidin menjelaskan, jika sebenarnya proyek pembangunan tersebut bukan untuk pembangunan taman. Melainkan proyek senilai Rp 400 juta lebih yang dibagi menjadi tiga paket pekerjaan. Pertama, proyek Auning Rp 99.770.00,- rupiah yang dikerjakan mulai 2 Maret 2017 oleh CV. Mustika Rahayu.

Kedua, proyek pagar dan drainase Rp 99.800.000,- rupiah yang dikerjakan mulai 11 April 2017 oleh CV. Fajar Mandiri. Ketiga, proyek pagar Rp 199.100.000,- rupiah yang dikerjakan mulai 11 April 2017 oleh CV. Hutami & CO.

“Meskipun nilai proyeknya dalam kesatuan nomenklatur Rp 400 juta lebih, tapi proyek tersebut merupakan Penunjukan Langsung (Juksung) yang dibagi menjadi tiga pekerjaan,” tutur Ocid Rosidin, kepada Radar Bharindo, saat dimintai keterangan di ruangan kantornya, Jumat (8/9).

“Kami mewajarkan jika publik curiga karena tidak ada bukti fisik pembangunan taman. Karena pembangunannya memang dalam bentuk auning, pemagaran dan drainase dari mulai halaman depan, samping, sampai halaman belakang kantor Disdik,” timpal Ocid.

Meskipun pembangunannya dalam bentuk auning, drainase dan pemagaran, Ocid sendiri mengakui jika dalam nomeklatur yang ada tertera sebagai proyek “Penataan Taman dan Halaman Gedung Disdikpora”. Dan Ocid mengaku tidak pernah ada persoalan dalam pengerjaan proyek ini. Karena ia mengaku telah berkonsultasi dengan Bappeda.


“Kemarin juga ada wartawan yang nanya ke saya. Dan saya jawab sama seperti itu. Saya pikir tidak ada persoalan. Karena kami juga sudah berkonsultasi. Saya wajarkan jika publik merasa curiga. Tapi saya klarifikasi dan saya jawab seperti itu,” pungkas Ocid. (Adk,RBI 248)

Posting Komentar

0 Komentar