HEADER Iklan tEST

Kejari Karawang Tahan Aking Saputra, Tersangka Penista Agama

Aking Saputra, tersangka penista agama (Net)
Radar Bharindo, Karawang ~ tersangka pelaku penistaan agama “Aking Saputra”. Selasa (19/9/17) sore, resmi ditahan Kejaksaan Negeri Kabupaten Karawang.
Sebelum diputuskan ditahan, Kejari Karawang terlebih dahulu memverifikasi data selama 5 jam oleh sejak pukul  14:00 WIB hingga 19.00 WIB.

“Kita mendata terlebih dahulu dengan cara menanyakan identitas tersangka dan menanyakan kepada tersangka apakah yang diperbuatnya (menghina agama islam-red)  dilakukan dalam keadaan sehat dan sadar. Ternyata si tersangka juga mengakui dan mengerti dalam setiap pasalnya, “ ucap Kajari Karawang, Sukardi, kepada sejumlah wartawan, Selasa malam (19/9/2017).

Tersangka Aking Saputra (kaos putih rompi biru) saat digiring menuju mobil tahanan Kejari untuk dibawa menuju Lapas Warungbambu
Dengan mengenakan pakaian putih dan rompi biru, Aking Saputra kemudian digiring petugas kejaksaan dari ruangan pemeriksaan menuju mobil tahanan Kejari untuk dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Warungbambu, Karawang.

Kejari Karawang Sukardi, saat menyampaikan keterangannya
kepada sejumlah wartawan.
Menurut Kejari, Aking Saputra akan dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 45 A Ayat 2 jo Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI No 11/ 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

“Primernya adalah pasal 156 huruf a KUHP jo pasal 64 Ayat 1 KUHP dan subsider pasal 156 KUHP jo pasal 64 Ayat 1 KUHP. Pasal ini sudah cukup untuk menahan Aking Saputra. Untuk selanjutnya kita lihat saja nanti di Pengadilan, “tegas Sukardi.

Sukardi menjelakan kalau penahanan terhadap tersangka Aking Saputra sudah melalui mekanisme dengan berbagai pertimbangan yang dilakukan tim penyidik kejaksaan. "Yang utama untuk kelancaran persidangan agar proses sidang nanti tidak ada masalah, " katanya.

Perkara penistaan agama ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Karawang untuk ditetapkan hakim yang menangani perkara ini sekaigus dengan jadwal persidangan nantinya. "Kita akan kordinasi dengan pihak pengadilan untuk proses persidangannya," katanya. (RBI 248,Red)


Berbagai Sumber 

Posting Komentar

0 Komentar