HEADER Iklan tEST

``Proyek Siluman`` TPA Jalupang

Ketua Karangtaruna Kecamatan Kotabaru sedang mendokumentasikan tumpukan sampah yang menggunung di TPA Jalupang. (Photo : Adk)
Kasus Turap 2015 belum selesai ditangani, Kini ada “Proyek Siluman” lagi di TPA Jalupang.
Radar Bharindo, Karawang ~ Belum juga selesai penanganan kasus dugaan korupsi proyek turap TPA Jalupang Dinas Cipta Karya Rp 22 miliar pada APBD TA 2015, kini kembali muncul “proyek siluman” di TPA Jalupang Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru.

Ketua Karangtaruna Kecamatan Kota Baru, Dian Nugraha mengatakan, saat ini sedang ada pengerjaan “proyek siluman” di lokasi TPA Jalupang.
Kepada Radar Bharindo, Dian mengungkapkan belum mengetahui secara pasti proyek apa yang sedang dikerjakan. Pasalnya, pihak pemborong tidak memasang papan pengumuman pengerjaan proyek.
Ketua Karangtaruna Kecamatan Kotabaru sedang mendokumentasikan material proyek di TPA Jalupang. (Photo : Adk)

“Ada sekitar 17 tumpukan batu dan beberapa pekerja yang sedang ngelasbesi. Pas ditanyain sama pekerja, katanya ngelas besi buat saung water treatment. Saya kira ini bukan proyek penurapan. Karena saya perhatikan tidak ada aktivitas penggalian di lokasi,” kata Dian Kurnia, Minggu (24/9).

Ditambahkan Dian, masyarakat sekitar belum mengetahui secara pasti proyek apa yang sedang dikerjakan pemborong di TPA Jalupang. Karena selain tidak adanya informasi papan pengumuman proyek, beberapa pekerja yang dimintai keterangan juga selalu mengaku tidak tahu ketika ditanya masyarakat sekitar.

Padahal menurutnya, aktivitas truk besar di sekitar proyek telah membuat akses jalan masyarakat menjadi rusak dan berlubang. “Pihak pemborong terkesan menutupi proyek yang sedang dikerjakan. Padahal masyarakat merasa dirugikan dengan pengerjaan proyek ini,” kata Dian.

Menurut Dian, pengerjaan proyek siluman ini diduga tidak melalui kajian lingkungan. Pasalnya, pengerjaan proyeknya tidak mempertimbangkan serapan air yang mengalir ke areal pertanian warga.

“Serapan air mengalir ke sawah. Kalau seperti ini sawah petani tidak akan produktif dan akan mengalami puso. Sehingga tentu saja akan merugikan petani sekitar,” timpal Dian.

Disinggung mengenai anggaran, Dian juga mengaku belum mengetahui informasinya dengan pasti. Ia mengaku hanya mendengar desas-desus jiga pengerjaan proyek siluman ini bernilai Rp 3,9 miliar di APBD TA 2017.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Radar Bharindo, melalui informasi website pengumuman LPSE Karawang sendiri tertera adanya proyek “Penataan TPAS Jalupang” pada APBD TA 2017 di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), dengan nilai pagu paket Rp 4.299.303.885,00,- dan nilai HPS paket Rp 4.188.490.000,00,-.

Yaitu dimana proyek Penataan TPAS Jalupang ini diikuti oleh 30 perusahaan dan dimenangkan oleh PT. Mangala Jaya Utama dengan nilai Rp 3.995.514.000,00,- dengan kode lelang 408727.

Selain itu, informasi LPSE Karawang juga menyebutkan adanya proyek “Jasa Konsultasi Pengawasan Kegiatan 2 : Penataan TPAS Jalupang” DLHK senilai Rp 99.352.000,00,- pada APBD TA 2017 yang dimenangkan CV. GALMA dengan nilai proyek Rp 96.052.000,00-.(Adk,RBI 248)



Posting Komentar

0 Komentar