HEADER Iklan tEST

Wakil Bupati Minta, “Polisi Selidiki Meninggalnya Bayi di RS Intan Barokah”

Wakil Bupati Karawang Kang Jimmy, saat menggendong sang bayi di RS Intan Barokah pada Rabu pagi (20/9).
Radar Bharindo, Karawang ~ Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) meminta agar Pihak Kepolisian Karawang melakukan penyelidikan atas meninggalnya seorang bayi yang sempat tertahan di Rumah Sakit Intan Barokah.

Kepada Radar Bharindo, Kang Jimmy menegaskan, agar meninggalnya bayi milik pasangan Heni Sudiar dan suaminya Manaf, yang merupakan warga Desa Karyamukti Kecamatan Lemahabang pada Rabu malam (20/9) ini hendaknya dijadikan pelajaran oleh beberapa pihak. Baik oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), RS Intan Barokah maupun pihak BPJS Karawang.

Karena Kang Jimmy mengaku tidak mau terjadi persoalan yang sama di kemudian hari. Namun demikian, Kang Jimmy meminta agar pihak kepolisian tetap menyelidiki atas kejadian meninggalnya bayi malang ini.

“Saya sudah koordinasi dengan pihak keluarga. Saya minta pihak kepolisian selidiki persoalan ini,” kata Kang Jimmy, Jumat (22/9).

Disinggung mengenai apakah ada dugaan malpraktek, Kang Jimmy mengaku tidak mau menduga-duga persoalan yang belum pasti kebenarannya. “Saya tidak sampai sejauh itu. Tetapi secara logika bayi yang sudah diizinkan untuk diambil, belum diambil karena keterbatasan dana, ya Wallahu’alam, apakah pola makannya seperti apa dan lain-lain. Saya tidak sampai sejauh itu,” katanya.

Atas persoalan ini, Kang Jimmy juga meminta agar Kepala BPJS Karawang dan Dinkes memberikan surat edaran kepada seluruh camat dan kepala desa (Kades) se-Karawang, terkait sosialisasi ibu hampil yang sudah melahirkan segera mendaftarkan diri ke BPJS.

“Kepala BPJS akan memberikan surat edaran kepada kades dan camat, agar ibu yang 3 bulan setelah hamil mendaftarkan diri ke BPJS. Sehingga nanti siapapun bisa terkaper. Mau laki atau perempuan, kesehatan bayinya bisa terkaper semua.
Dan kalau kasus kemarin (bayi meninggal, red) memang belum didaftarkan ke BPJS, karena ketidaktahuan informasi itu,” timpal Kang Jimmy.

Menurut Kang Jimmy, atas tindakannya yang mendatangi langsung RS Intan Barokah pada Rabu pagi (20/9) bersama Camat Lemahabang menjadi keuntungan tersendiri bagi pihak rumah sakit. Karena menurutnya, akan menjadi informasi berbahaya ataupun isu miring di publik ketika bayi yang bersangkutan meninggal di rumah sakit.

“RS Intan Barokah harus beruntung dan berterima kasih kepada saya yang datang hari Rabu pagi jam 10. Soalnya meninggalnya jam 8 malam. Jam 2 siang bayi sampai rumah, jam 8 malam meninggal. Coba bayangkan sama temen-temen media kalau meninggalnya di rumah sakit,” timpal Kang Jimmy.

Sebelumnya ramai diberitakan, jika bayi pasangan warga Desa Karyamukti ini sempat tertahan di RS Intan Barokah, karena alasan pihak keluarga tidak mampu melunasi sisa pembayaran rumah sakit sebesar Rp 12 juta rupiah. Kabar yang beredar ini sampai ke telinga Wakil Bupati Karawang. Sehingga pada Rabu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Kang Jimmy langsung mendatangi pihak rumah sakit.

Sekitar pukul 14.00 WIB, sang bayi baru bisa pulang sampai ke rumahnya. Namun nasib berkata lain, sekitar pukul 20.00 WIB, sang bayi meninggal dunia di kediamannya. Sehingga pada kamis (21/9), Kang Jimmy langsung melayat ke rumah duka untuk memberikan motivasi semangat, agar pihak keluarga yang ditinggalkan bisa bersabar.

Di sisi lain, salah seorang perawat RS Intan Barokah, Yuli membantah jika pihak rumah sakit telah menahan sang bayi dengan alasan belum ada pelunasan biaya berobat dari pihak keluarga, sehingga sang bayi tidak bisa dibawa pulang ke rumah.
Yuli beralasan, penahanan sang bayi karena alasan masih harus melalui perawatan. Karena sang bayi terpapar kuman akibat air ketuban sang ibu terminum oleh sang bayi. (Adk,RBI 248)

Posting Komentar

0 Komentar