HEADER Iklan tEST

Sempat Hilang 3 Minggu Dibawa Kabur Pembantu, Balita Aelyssa Ditemukan Satpol PP Jakarta Timur

Kapolres Karawang AKBP Ade Ary Syam SH, S.IK, MH, usai konfrenssi Pers terkait telah ditemukannya balita Aelyssa, yang dikabarkan hilang beberapa pekan yang lalu. / Aelyssa duduk ddipangkuan ibundanya (Photo : Adk)

“Dari penyebaran berita kehilangan itu, akhirnya pihak Panti Asuhan Tunas Bangsa mengetahui keberadaan orang tua korban dan langsung menghubunginya,”.
Radar Bharindo, Karawang ~ Setelah sempat dikabarkan hilang dibawa kabur pembantunya berinisial Was (60) pada 14 Agustus 2017 lalu, kini balita mungil Aelyssa telah kembali ke pangkuan kedua orangtuanya, Rabu (6/9).


Balita mungil pasangan Mulyono (36) dan Eka Yuana (36), warga Perum Kondang Asri Blok A 4 No 20 Desa Kondangjaya, Karawang Timur, Karawang ini ditemukan Satpol PP Jakarta Timur saat menggelar operasi gepeng.

“Aelyssa ditemukan Satpol PP Jakarta Timur bersama pembantunya Was. Aelyssa dalam kondisi baik-baik saja. Hanya saja perlu sedikit pemulihan, masih trauma,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Ade Ary Syam, saat menggelar ekspose, di Mapolres Karawang, Rabu (6/9).

Saat ditemukan Satpol PP Jakarta Timur, sambung Kapolres, Aelyssa bersama pembatunya Was langsung diserahkan kepada Dinas Sosial Jaktim.

“Oleh pihak Dinas Sosial, korban kemudian dititipkan di Panti Asuhan Tunas Bangsa, Jaktim. Dari sana kemudian diinformasikan kepada orang tua korban,” timpal Kapolres.

Dikatakan Kapolres, sejak menerima laporan kehilangan Aelyssa pada 14 Agustus 2017, pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, sampai pengejaran hingga penyebaran poster Aelyssa. Bahkan upaya pencarian Aelyssa ini langsung dibuat berita kehilangan melalui berbagai media.

“Dari penyebaran berita kehilangan itu, akhirnya pihak Panti Asuhan Tunas Bangsa mengetahui keberadaan orang tua korban dan langsung menghubunginya,” tutur Kapolres.

Adapun terkait pembantunya Was yang membawa kabur Aelyssa, masih dikatakan Kapolres, pihak kepolisian kini tengah melakukan pemeriksaan. Jika terbukti bersalah, maka Was akan dijerat pasal 83 f, Undang-undang Nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman penjara 3-5 tahun atau denda sebesar Rp 60 juta sampai Rp 300 juta.

“Yang bersangkutan kami proses dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Kapolres. (Adk,RBI 248,Red)

Posting Komentar

0 Komentar