HEADER Iklan tEST

Tagihan Raskin Mandek Rp 2,6 Miliar, Pemda “Warning” Camat dan Kades

Didampingi Kasubag Bulog Karawang, M. Syaukani, Wakil Bupati Karawang, Kang Jimmy memimpin rapat evaluasi distribusi program Rastra 2017 bersama 30 camat di Karawang.
Radar Bharindo, Karawang ~ Tagihan beras untuk rumah tangga miskin (raskin) dalam program Rastra (beras sejahtera) tahun 2017 Bulog Karawang mandek sampai Rp 2,6 miliar. Melihat kondisi ini, Pemkab Karawang melakukan “warning” kepada camat dan kepala desa (kades) se-Karawang untuk segera melunasi tagihannya.

Menyikapi persoalan ini, Pemkab dan Bulog Karawang juga langsung melakukan “Rapat Evaluasi Program Rastra 2017 Distribusi Beras Kepada Warga yang Kurang Mampu”, dengan cara mengundang seluruh Camat yang ada di Karawang.

Berdasarkan data dari Bulog Karawang per 8 September 2017, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) menjelaskan, ada sekitar 10 kecamatan yang harus mendapatkan perhatian khusus mengenai distribusi ataupun penagihan raskin ini. Diantaranya Kecamatan Pangkalan, Klari, Tegalwaru, Jatisari, Cikampek, Batujaya, Cilebar, Purwasari, Telagasari serta Telukjambe Barat.

“Ini Kecamatan Pangkalan ada urutan paling bawah nih. Cobalah mulai besok kadesnya diundang atau dipanggil untuk kemudian dikoordinasikan. Kalau ada kades yang bandel, coba catet nama dan nomor telponnya, kemudian hubungi ajudan saya. Nanti biar saya yang melakukan langkah persuasif terlebih dahulu,” tutur Kang Jimmy, saat memimpin rapat di lantai 2 Gedung Pemkab Karawang, Senin (11/9).

Namun demikian, Kang Jimmy juga mengapresiasi kepada 4 kecamatan yang telah mendistribusikan serta mampu mengelola penagihan raskin dengan baik. Yaitu Kecamatan Banyusari, Pakisjaya, Cilamaya Wetan dan Jayakerta. Sementara untuk Kecamatan Karawang Timur, Ciampel, dan beberapa kecamatan lainnya masih di atas rata-rata.

“Untuk memotivasi camat dan kades dalam pendistribusian dan penagihan raskin ini, saya juga mengusulkan kepada Bulog untuk memberikan penghargaan bagi mereka (camat dan kades) yang telah bekerja dengan baik. Dan saya yakin Ibu Bupati (Cellica Nurrachadiana, red) juga pasti setuju dengan usulan ini,” pinta Kang Jimmy kepada Bulog.

Kasubag Bulog Karawang, M. Syaukani menjelaskan, pada September 2017 sudah mulai ada survei tingkat kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sehingga ia berharap agar di September 2017 pendistribusian dan penagihan raskin sudah selesai. Karena dijelaskannya, Jawa Barat sendiri berada di urutan ke 11  dalam distribusi Program Rastra Tahun 2017 berdasarkan data per 7 September 2017.

“Raskin itu untuk menjaga inflasi. Karawang sendiri ada 2.000 ton lebih yang didistribusikan. Kalau pendistribusian di Karawang maksimal, inflasi tidak akan terjadi, kemiskinan bisa sedikit tertangani. Distribusi raskin di Karawang saat ini baru 65 persen. Kita akui ada keterlamabatan distribusi. Karena distribusi baru dimulai April 2017, sementara target harus sudah selesai di November 2017. Karena Desember kita tinggal mengurus persoalan administrasi tagihan dan lain sebagainya,” tutur Syaukani.

Berdasarkan pengalaman 2016, yaitu dimana ada kekurangan sampai Rp 1,4 miliar dalam penagihan raskin, Syaukani menegaskan, hari ini Bulog Karawang tidak akan menerima tagihan raskin dalam bentuk tunai. Melainkan harus melalui Bank.

“Dan saya juga sepakat dengan usulan dari Pak Wakil Bupati. Bagi kecamatan atau desa yang pendistribusian dan penagihan raskinnya lancar, tentu akan kita berikan penghargaan. Penghargaanya bisa dalam bentuk plakat, sertitfikat serta beberapa hadiah lainnya yang sifatnya relatif. Usulan Pak Wakil Bupati ini akan kita bahas di internal Bulog untuk kemudian direalisasikan,” pungkas Syaukani. (Adk, RBI 248)

Baca Juga :
Sempat Dilaporkan ke Kejagung, Gedung Pemda 2 Karawang Terus Disorot Aktivis!

Posting Komentar

0 Komentar