HEADER Iklan tEST

“Taman Goib” Disdikpora, Minggu Ini Mau Dilaporkan ke Kejati

Sekjen DPC AMIB Karawang, Komarudin (paling) kiri saat beberapa waktu lalu melakukan audiensi dengan Kejaksaan Negeri Karawang.
Radar Bharindo, Karawang ~ Rencananya dalam seminggu ke depan, Angkatan Muda Indonesia (AMIB) Karawang akan melaporkan dugaan korupsi proyek “taman goib” Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang ke Kejaksaan Tinggi (Kejati).

Sekjen DPC AMIB Karawang, Komarudin mengatakan, ada alasan tersendiri mengapa AMIB tidak melaporkan dugaan korupsi “taman goib” Disdikpora ke Kejaksaan Negeri Karawang.
Terlebih dikatakan Komarudin, rencana pelaporan ini akan berbarengan dengan agenda follow up atas pelaporan dugaan korupsi  Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) Rp 120 miliar pada 11 Agustus 2017 lalu.

“Meskipun nilai dugaan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) proyek taman goib Disdik ini hanya Rp 400 juta, kami akan melaporkannya ke Kejati, bukan ke Kejaksaan Karawang. Sekalian follow up laporan DBHCT pada bulan lalu,” tutur Komarudin, kepada Radar Bharindo, Senin (25/9).

Menurut Komarudin, kasus dugaan korupsi itu bukan dilihat dari berapa nilai sebuah pekerjaan yang diduga bermasalah. Melainkan dilihat dari “unsur perbuatan” atas dugaan korupsi itu sendiri.

“Berapapun nilai pekerjaannya, kalau di sana ada dugaan korupsi, ya tetap harus diusut oleh penegak hukum. Agar ini jadi pelajaran berharga bagi pejabat dinas yang lain,” katanya.

Ditambahkan Komeng, DPC AMIB Karawang sudah tidak perlu lagi mencari data tambahan untuk dugaan KKN atas pembangunan “taman goib” di Disdikpora Karawang ini. Karena atas dasar pernyataan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Disdikpora Karawang Ocid Rosidin di media saja, AMIB sudah bisa menyimpulkan beberapa kesalahan dalam pekerjaan proyek tersebut.

Baca :
Heboh !!! “Proyek Taman Goib” Disdikpora Karawang, Ini Kata PPTK 

Terindikasi Kerugian Negara, Kejaksaan Diminta Usut Proyek “Taman Goib” Disdikpora

Referensi Berita :
Kapolri Ingatkan Semua Pihak Jangan Angkat Isu Sensitif

“Kalau pekerjaan nilainya Rp 400 juta itu sudah pasti LPSE. Kemudian pekerjaannya dibagi menjadi 3 kegiatan menjadi Juksung (penunjukan langsung). Sementara spek pekerjaannya sama, dan dua pemborong melakukan pekerjaannya di waktu bersamaan. Dengan seperti ini saja sudah jelas ada dugaan akal-akalan oknum pejabat Disdik untuk menghindari pekerjaan LPSE. Ini kan sama saja ada indikasi pemborosan anggaran yang berdampak kepada kerugian negara,” katanya.

Sebelumnya pernah diberitakan, PTK Disdikpora Karawang, Ocid Rosidin menjelaskan, jika sebenarnya proyek pembangunan tersebut bukan untuk pembangunan taman. Melainkan proyek senilai Rp 400 juta lebih yang dibagi menjadi tiga paket pekerjaan. Pertama, proyek Auning Rp 99.770.00,- rupiah yang dikerjakan mulai 2 Maret 2017 oleh CV. Mustika Rahayu.
Kedua, proyek pagar dan drainase Rp 99.800.000,- rupiah yang dikerjakan mulai 11 April 2017 oleh CV. Fajar Mandiri.

Ketiga, proyek pagar Rp 199.100.000,- rupiah yang dikerjakan mulai 11 April 2017 oleh CV. Hutami & CO. (Adk, RBI 248)

Posting Komentar

0 Komentar