HEADER Iklan tEST

Ini ... Reaksi Wabup dan KNPI, Terkait Program Karawang Mengaji Disoal Legislatif

Para ulama dan kiyai Karawang saat memimpin kegiatan Karawang Mengaji di Ponpes Attarbiyah Telagasari. (28/9/2017)
Radar Bharindo,Karawang ~ Siapa sangka jika program “Karawang Mengaji” yang sudah berjalan dua tahun dalam kepemimpinan Cellica-Jimmy masih disoal oleh beberapa anggota DPRD Karawang. Sontak saja program yang dianggarkan di Bagian Kesra tersebut juga mengundang reaksi dari beberapa elemen masyarakat, termasuk DPD KNPI Karawang.

Ketua DPD KNPI Karawang, Lukman N Iraz mengatakan, sebenarnya KNPI sendiri mengapresiasi program Karawang Mengaji dengan beberapa alasan ; Pertama, untuk menumbuhkan mental spiritual para pejabat dan masyarakat yang mengikuti kegiatannya. Kedua, sebagai ajang silaturahmi antara ulama, umaro (pemimpin) dan masyarakatnya.

“Dengan Karawang mengaji bisa terjalin harmonisasi antara masyarakat, ulama dan pemimpinnya. Masyarakat bisa lebih dekat dengan pemerintah. Dengan harapan jika sudah dekat, masyarakat bisa lebih berani dalam menyampaikan aspirasinya,” tutur Lukman N Iraz, melalui rilisnya kepada Radar Bharindo, Minggu (1/10).

Ketiga, sambung Lukman, program Karawang mengaji juga bisa dijadikan media sosialisasi dari pemerintah kepada masyarakat, terkait capaian program pemerintah yang selama ini dinilai kurang tersosialisasikan.

“Saran kami pada kegiatan tersebut benar-benar bisa dimaksimalkan. Sehingga saya berpikir jika program Karawang Mengaji sangatlah positif,” katanya.

tampak para pejabat Pemkab Karawang, saat mengikuti kegiatan rutin Karawang mengaji. (Photo Adk)
Sementara itu, dalam kesempatan kegiatan Karawang Mengaji di Pondok Pesantren Attarbiyyah Desa Ciwulan Kecamatan Telagasari, Kamis malam (28/9), Wakil Bupati Karawanmg, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) terlihat sedang kesal, karena program Karawang Mengaji masih dipersoalkan oleh beberapa anggota legislatif.

Dalam kesempatan sambutannya, Kang Jimmy mengungkapkan kekecewaannya, karena alasan masih ada beberapa anggota DPRD Karawang yang “usil” dengan program yang dianggapkan senilai Rp 1,003 miliar per tahun di Bagian Kesra tersebut. Padahal menurutnya, program Karawang Mengaji sangat bermanfaat dan mendapat respon positif dari masyarakat, khususnya kalangan ulama dan kiyai.

“Saya tidak habis pikir, kok masih ada anggota DPRD Karawang ngeributin terus program Karawang mengaji. Kalau soal anggarannya yang mencapai Rp 1 miliar, sekarang saya mau tanya gaji dan tunjangan anggota dewan berapa, sampai Rp 41 juta kan? Aspirasi dewan berapa, Rp 5 miliar kan?. Itu kan anggarannya jauh lebib besar dari Karawang Mengaji,” kata Kang Jimmy.

Ditambahkan Kang Jimmy, secara pribadi ia mengaku tidak akan menjadi soal jika tahun depan program Karawang Mengaji dihapuskan atau dihilangkan. Namun Kang Jimmy menyindir, semoga anggota dewan yang tidak percaya dengan “keberkahan” surat Yasin, Al-Waqiah dan surat Al-Mulk yang dibacakan dalam kegiatan Karawang Mengaji, anggota dewan yang bersangkutan secepatnya diampuni dosa dan diberikan hidayah oleh Allah SWT.

“Sekarang saya tanya, siapa yang tidak percaya dengan keberkahan surat Yasin, Waqiah dan Tabaroq. Hey aneh saja kalau Karawang Mengaji masih diulik-ulik di rapat Banggar maupun hearing dewan. Silahkan saja tahun depan program Karawang Mengaji dihapuskan. Saya tidak ada persoalan. Tapi kita akan berdoa semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa anggota dewan tersebut dan secepatnya diberikan hidayah,” sindir Kang Jimmy.

Sementara itu, beberapa hasil penelusuran informasi dan diskusi Radar Bharindo dengan anggota wakil rakyat Karawang, sebetulnya anggota dewan sendiri bukan mempersoalkan program Karawang Mengaji. Melainkan mempertanyakan pertanggungjawaban realisasi anggarannya.

“Karawang Mengaji itu masuk RPJMD dan menggunakan APBD yang harus kita pertanggungjawabkan. Jadi wajar saja kalau anggota dewan mempertanyakan. Karena ini nanti pertanggungjawabannya menggunakan uang rakyat.

Baca Juga :➢Kios Dibelakang GOR Panatayudha Digerebek Polisi

Saya pikir tidak ada persoalan, selain dari pada itu. Karena mayoritas setiap fraksi juga masuk dalam kepengurusan Nahdatul Ulama (NU) Karawang yang mayoritas para ulama dan kiyainya ikut di kegiatan Karawang Mengaji,” tandas salah seorang anggota DPRD Karawang yang enggan disebutkan namanya. (Adk,RBI48)

Posting Komentar

0 Komentar