HEADER Iklan tEST

Kang Jimmy : Jangan Takut PKI, Selama Ulama Masih Berkumpul !

Didampingi para ulama dan kiyai, Kang Jimmy sedang memberikan keterangan pers kepada awak media. (Photo : Adk)
Radar Bharindo,Karawang ~ Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) menegaskan, jika masyarakat Kota Pangkal Perjuangan tidak perlu merasa takut yang berlebihan terhadap pergerakan PKI, selama para ulama, kiya, ustadz dan tokoh agama lainnya di Karawang masih terlihat berkumpul bersama.

Menurut Kang Jimmy, selama para ulama, kiyai, ustadz dan tokoh agama yang tergabung dalam wadah Ormas Islam masih intens berkomunikasi dengan pemerintah daerah, maka sebenarnya pergerakan PKI dapat diminimalisir. Oleh karenanya, Kang Jimmy meminta kepada semua Ormas Islam di Karawang agar terus intens melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah.

“Kita tidak perlu takut dengan kebangkitan PKI, selama semuanya masih aktif membangun komunikasi dengan elemen yang ada,” tutur Kang Jimmy, disela-sela penyampaian saat rapat persiapan Hari Santri Nasional (HSN) di lantai 2 kantor Bupati Karawang, Rabu (11/10).

Di depan para ulama, kiyai, ustadz perwakilan dari NU, Muhammadiyah, LDII, Persis dan Al-Irsyad Karawang ini, Kang Jimmy juga menyampaikan, sudah seyogyanya para pemimpin di Karawang belajar dari kepemimpinan Presiden Soeharto yang mampu memimpin negara di atas tali persaudaraan dan perdamaian.

“Selama Indonesia dipimpin Pak Soeharto selama 32 tahun, tidak pernah ada persoalan krusial tentang PKI. Karena memang komunikasi ulama dan umaro saat itu berjalan dengan baik. Artinya, pergerakan PKI di Karawang dapat kita minimalisir, selama semua tokoh Ormas Islam intens berkomunikasi dengan pemerintah,” katanya.

Ketua PCNU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby (Kang Uyan) menambahkan, selain adanya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), para pimpinan Ormas Islam di Karawang kini sudah bersepakat membentuk Forum Umat Islam (Formasi).

Forum ini sendiri, sambung Kang Uyan, dibentuk sebagai wadah untuk kembali mempererat tali silaturahmi antar sesepuh dan pimpinan Ormas Islam di Karawang. “Kalau FKUB itu sifatnya ke eksternal antara islam dengan non islam. Kalau Formasi khusus untuk internal umat islam,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Garapan Dakwah Persis Karawang, Ustadz Iik Irawan menjelaskan, sebenarnya dulu juga sudah ada Formasi di Karawang. Namun kemudian sempat vakum dan diaktifkan kembali.

“Di Karawang juga ada yang namanya GPMK (Gerakan Persaudaraan Muslim Karawang), sesepuhnya ada di Formasi. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dalam rangka memperkuat ukhuwah islamiyah. Apalagi tantangan hari ini berat. Kalau umat Islamnya sendiri pecah-pecah, ya kurang bagus,” katanya.

“Meskipun latar belakang dibentuknya Formasi gak ada kaitan dengan antisipasi PKI di Karawang, tapi Kalau ada gerakan seperti itu (PKI, red), kita mau bergerak juga enak kalau sudah semua sudah kompak dan bersama,” pungkasnya.  (Adk,RBI 248)

Posting Komentar

0 Komentar