HEADER Iklan tEST

KPK Sudah Panggil Beberapa Pejabat DKI Terkait Penyelidikan Reklamasi

Gedung KPK dan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta (RBI)
Radar Bharindo,Jakarta ~ Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menjadi salah satu pihak yang diminta keterangan KPK terkait penyelidikan dugaan korupsi korporasi dalam pembahasan Raperda reklamasi. Menurut Saefullah, sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sudah diminta keterangan oleh KPK terkait penyelidikan ini.

Kepala Bappeda, Tuty Kusumawati
Termasuk di antaranya adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Tuty Kusumawati; Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah, Gamal Sinurat; serta Kepala Biro Tata Kota dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah, Vera Revina Sari.
"Ini mungkin saya yang terakhir dari aparatur Pemda," kata Saefullah, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/10).

Baca Juga :

Saefullah mengaku ditanya penyelidik KPK soal proses kajian lingkungan hidup strategis terkait Pulau G. Bahkan, proses pembahasan Raperda pun menurut Saefullah turut ditanyakan. Proses pembahasan yang mengalami deadlock antara Pemprov dan DPRD soal kontibusi tambahan sebesar 15 persen yang kemudian berujung suap dari perusahaan pengembang kepada Mochamad Sanusi selaku anggota dewan.

Namun ia menyebut penyelidik KPK fokus di Pulau G reklamasi. Pengembang Pulau G reklamasi itu diketahui adalah PT Muara Wisesa Samudra, anak perusahaan Agung Podomoro Land.

"Lebih fokus di Pulau G tadi," ujar Saefullah.

M Sanusi Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta (rompi oranye) berjalan keluar menuju mobil tahanan usai diperiksa, di kantor KPK, Jakarta, Sabtu (2/4/2016). M Sanusi ditahan karena diduga menerima suap raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.
Penyelidikan ini diduga pengembangan dari kasus suap yang kemudian menjerat eks Ketua Komisi D DPRD Mochamad Sanusi dan eks Presiden Direktur Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja. Ariesman disangka menyuap Sanusi terkait dengan pembahasan Raperda mengenai reklamasi. Saat ini, keduanya sudah terbukti bersalah terkait kasus tersebut. Kasus keduanya pun bahkan sudah berkekuatan hukum tetap.

Adanya penyelidikan ini kemudian mencuat dengan kehadiran Saefullah yang memenuhi panggilan permintaan keterangan penyelidik KPK. Ia datang ke lembaga antirasuah itu dengan berbekal surat permintaan keterangan berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan nomor Sprin Lidik-75/01/07/2017 tanggal 25 Juli 2017. (Kum,Red)


Sumber : Kumparan.com

Posting Komentar

0 Komentar