HEADER Iklan tEST

Penting !!! Pengguna Lama dan Baru SIM Card, Wajib Daftar Ulang Pakai Nomor KTP dan KK

Kartu SIM Telkomsel Simpati. (Foto : Ilustrasi)
 "Pengguna ponsel sebaiknya melakukan registrasi ulang agar terhindar dari blokir, untuk kartu SIM tak tervalidasi. Jika kartu SIM diblokir, maka pelanggan tak bisa berkirim SMS, bertelepon, dan tak bisa pula mengakses Internet".

Radar Bharindo, Jakarta ~ Pada Hari Rabu (11/10), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pernah mengumumkan perihal diberlakukannya aturan validasi kartu SIM dengan nomor KTP dan Kartu Keluarga (KK). Aturan ini hadir untuk meningkatkan perlindungan pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia.

Berlaku mulai 31 Oktober, aturan tersebut bukan hanya berlaku untuk calon pelanggan seluler baru tapi juga pelanggan seluler lama, baik prabayar maupun pascabayar.

Oleh karena itu, para pengguna ponsel sebaiknya melakukan registrasi ulang nantinya agar terhindar dari blokir yang ditujukan untuk kartu SIM tak tervalidasi. Jika kartu SIM diblokir, maka pelanggan tak bisa berkirim SMS, bertelepon, dan tak bisa pula mengakses Internet.

Saat registrasi, pelanggan harus memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdapat pada KTP dan juga KK agar bisa divalidasi oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan, aturan ini sudah diinisiasi oleh Kemkominfo sejak tahun 2016 dan oleh karenanya aturan ini bukan sesuatu yang baru.
Ini bukan sesuatu yang baru. Sudah saya sampaikan kepada teman-teman operator sekarang sudah bukan waktunya fokus kuantitas pelanggan tapi kualitas. Yang terjadi adalah efisiensi industri. Saya berterima kasih kepada Dukcapil yang punya database.

Dalam proses registrasi, Kemkominfo berkoordinasi dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta para penyelenggara jasa telekomunikasi. Data yang telah diverifikasi oleh petugas operator telekomunikasi, kemudian akan divalidasi ke database Ditjen Dukcapil. Setelah itu, baru nomor SIM card itu diaktivasi.

Cara registrasi kartu perdana bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK# dan dinyatakan berhasil apabila data yang dimasukkan telah divalidasi.

Tapi, jika data yang dimasukkan tidak dapat tervalidasi meski datanya telah benar maka pelanggan bisa mengisi Surat Pernyataan. Setelah divalidasi, penyelenggara jasa telekomunikasi mengaktifkan nomor pelanggan paling lambat satu kali 24 jam.


Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, berkata bahwa pihaknya sedang mendorong tata kelola NIK yang lebih efisien untuk data pelanggan atau pengguna.

"Dengan adanya database Dukcapil ini, operator bisa validasi data registrasi 100 pelanggan per satu detik," ujarnya.

Saat ini data pelanggan seluler dengan NIK terdaftar berjumlah sekitar 36 juta, dan 23 juta di antaranya adalah pelanggan Telkomsel sebagai operator seluler terbesar di Indonesia.

Operator telekomunikasi wajib menyelesaikan registrasi ulang pelanggan prabayar yang datanya belum divalidasi paling lambat tanggal 28 Februari 2018. Kemkominfo mewajibkan operator untuk menyampaikan laporan kemajuan proses registrasi ulang pelanggan prabayar setiap tiga bulan kepada BRTI selama jangka waktu registrasi ulang. (Kc,Red)

Sumber : Kumparan

Posting Komentar

0 Komentar