HEADER Iklan tEST

Simpang Siur Alasan Pencekalan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo oleh Amerika Serikat (AS)

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan paparan pada kegiatan diskusi yang digelar oleh Fraksi PKS DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017). ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Radar Bharindo,Jakarta ~ Belum jelas apa penyebab pelarangan kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat (AS) oleh U.S. Customs and Border Protection. Konferensi pers yang digelar Pusat Penerangan TNI, di Jakarta, Minggu sore (22/10), tidak memberikan gambaran yang lengkap.

Kepala Pusat Penerangan TNI Jendral Wuryanto mengatakan bahwa pencekalan spesifik hanya berlaku untuk Gatot dan istrinya. Sementara Asisten Intelijen (Asintel) dan ajudan yang sedianya juga ikut ke AS tidak dicekal. Sampai saat ini pihak TNI masih menunggu penjelasan dari AS.

Panglima juga telah lapor ke presiden melalui ajudan Menlu dan Menkopolhukam. TNI juga telah berkirim surat kepada pengundang, Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) AS Jenderal Joseph. F. Durfort Jr terkait insiden tersebut.

"Kepergian ke Amerika atas undangan Pangab AS dan atas hubungan baik dua negara serta hubungan baik antara Pangab AS dan Panglima TNI. Oleh sebab itu Panglima TNI beserta istri dan delegasi memutuskan tidak akan menghadiri undangan Pangab AS sampai ada penjelasan resmi dari AS," kata Wuryanto.

Kedutaan AS untuk Indonesia juga belum memberikan keterangan berarti. Hanya ada satu pernyataan singkat yang pada intinya menyebut bahwa mereka meminta maaf soal insiden ini.

"Duta besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan telah meminta maaf kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi atas ketidaknyamanannya terhadap Jenderal Gatot," tulis keterangan di situs resmi mereka. Di akhir paragraf, Kedutaan siap untuk memfasilitasi perjalanan Gatot jika suatu saat harus ke AS lagi.

Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Imigrasi, Agung Pambudi, pencekalan memang tidak melulu harus diinformasikan kepada negara asal orang yang dicekal. Jadi, kalaupun Gatot memang dicekal, tidak ada kewajiban bagi AS menginformasikannya ke pihak Indonesia.


Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, melalui rilisnya, menjelaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC sudah mengirim nota diplomatik kepada Kemlu AS untuk meminta klarifikasi terkait masalah ini.

"Menlu RI sudah bicara dengan Dubes AS di Jakarta hari ini untuk meminta keterangan/penjelasan terkait kejadian kemarin," kata Nasir dalam keterangan resminya.

Arrmanatha mengaku kalau pemerintah AS, baik melalui Kementerian Luar Negeri maupun Kedutaan Besarnya di Indonesia, belum memberikan respon terkait nota diplomatik dan klarifikasi yang diminta.


Awalnya Gatot hendak ke Negeri Paman Sam untuk memenuhi undangan General Joseph F. Dunford Jr., yang juga merupakan mantan Jenderal Marine Corps AS. Gatot diundang menghadiri konferensi tentang pertahanan di Washington, 23 sampai 24 Oktober nanti.

Seharusnya Gatot terbang ke AS menggunakan pesawat Emirates EK 0357 pada 21 Oktober 2017 kemarin. Namun, pada sore, hanya beberapa saat sebelum terbang dari Bandara Sukarno-Hatta, pihak maskapai menginformasikan secara lisan bahwa Gatot dan istrinya dilarang masuk AS.

Disebutkan bahwa penolakan tersebut diinstruksikan langsung oleh "otoritas dalam negeri AS", lebih tepatnya U.S. Customs and Border Protection.  (Rio,Zen, RBI 248)

Sumber : Tirto.id

Posting Komentar

0 Komentar