HEADER Iklan tEST

Ternyata !!! “Karawang Mengaji”, Bukan Berdzikir dan Mengaji Saja ?

Beberapa Kiyai dan Ulama pimpinan Pondok Pesantren di Karawang memimpin langsung kegiatan Karawang Mengaji, dihadiri Para pejabat Pemkab, Camat sampai Kades, tokoh masyarakat tak ketinggalan Jamaah bapak-bapak dan ibu-ibu saat mengikuti kegiatan Karawang Mengaji, Kamis malam 12/10/2017. (Photo Adk)
“Kalau hanya Bupati dan Wakil Bupati yang mendorong, ternyata perusahaan cuma ngomong iya di depan kita saja. Di belakang ternyata tetap saja rekrutmen tenaga kerja itu kalah sama pendatang. Saya sudah ngomong agar kepolisian, Dandim dan DPRD ikut kunjungan kerja untuk meminta kepada pabrik, agar Pemkab Karawang berdaulat di kampung halamannya sendiri,” .
Radar Bharindo, ~ Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) menuturkan, jika program “Karawang Mengaji” bukan hanya sebagai momentum untuk do’a dan dzikir bersama antara pejabat pemerintah dengan masyarakat dengan cara membacakan surat Yaasin, Al-Waqiah dan Al-Mulk serta shalawat.

Melainkan juga bisa dijadikan sebagai media sosialisasi program Pemkab Karawang, serta ajang curhat antara pejabat dengan masyarakat secara tatap muka langsung. Menurut Kang Jimmy, dari semenjak kepemimpinan Bupati Singaperbangsa sampai Bupati H. Ade Swara, sudah 37 kepemimpinan Karawang baru digelar kegiatan Karawang Mengaji di kepemimpinan dr. Hj. Cellica Nurrachadiana.

“Sebulan sekali, para pejabat sampai kepala dinas, camat, kades, polisi, TNI bergabung dengan para alim ulama dan masyarakat mengagungkan Al-Quranul’karim.
Mudah-mudahan Karawang tambah barokah dengan kegiatan Karawang Mengaji ini. Aamiin,”.

Tutur Kang Jimmy, saat membawakan sambutan di kegiatan Karawang Mengaji di Pondok Pesantren Al-Fur’qon Klari, Kamis malam (13/10).

Dikatakan Kang Jimmy, ia bersama dr. Hj. Cellica Nurrachadiana baru 2 tahun melaksanakan amanah kepemimpinan di Karawang. Tetapi menurutnya, pembangunan jalan sudah akan selesai. Oleh karenanya, Kang Jimmy berharap agar masyarakat juga ikut mensosialisasikan hasil pembangunan jalan, bukan hanya melakukan protes saat jalan rusak.

“Doakan juga agar pemerintah tambah maju. Coba ngomong di facebook atuh tong caricing wae. Hatur nuhun kituh teh celli, hatur nuhun kituh cep jimmy. Kituh atuh kudu na,” celoteh Kang Jimmy, saat sedikit mencoba bercanda dengan masyarakat yang terlihat antusias mendengarkan paparan sambutannya.

Ditambahkan Kang Jimmy, saat ini juga masih tersisa sekitar 4 ribu rumah tidak layak huni yang akan dikebut dalam 3 tahun ke depan di pemerintahan Cellica-Jimmy. Dari berbagai kinerja hasil pembangunan dan persoalan di Karawang, Kang Jimmy berharap agar kegiatan Karawang Mengaji bisa dijadikan juga ajang curhat masyarakat kepada pejabat pemerintah secara langsung.

“Mangga sok curhat gak apa-apa di kegiatan ini. Sok apa ibu-ibu keluhan dan masukannya di Kosambi ini,” tawar Kang Jimmy, yang saat itu langsung disambut pertanyaan dari masyarakat yang mengeluhkan kemacetan, jalan rusak di Kosambi, serta masih sulitnya mencari kerja di perusahaan industri.

“Kalau Kosambi macet, itu mah perlu ke kementerian supaya dibangun fly over ya. Tapi jalan jalur Kosambi sudah saya hitung tidak kurang dari 3 km lagi yang belum dibeton. Insya Allah tahun depan selesai semua,” timpal Kang Jimmy, saat menjawab pertanyaan masyarakat.

Adapun mengenai keluhan masih sulitnya mencari pekerjaan di perusahaan industri, Kang Jimmy menuturkan, jika tahun depan Muspida yang terdiri dari eksekutif, Kapolres, Dandim dan DPRD Karawang akan melakukan kunjungan kerja (kunker) bersama ke pabrik-pabrik di Karawang. Karena menurutnya, kunker dan sidak yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati ke perusahaan selama ini nyaris kurang berpengaruh.

“Kalau hanya Bupati dan Wakil Bupati yang mendorong, ternyata perusahaan cuma ngomong iya di depan kita saja. Di belakang ternyata tetap saja rekrutmen tenaga kerja itu kalah sama pendatang. Saya sudah ngomong agar kepolisian, Dandim dan DPRD ikut kunjungan kerja untuk meminta kepada pabrik, agar Pemkab Karawang berdaulat di kampung halamannya sendiri,” tegas Kang Jimmy.

Dari beberapa agenda kunker dan sidak ke perusahaan yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati, sambung Kang Jimmy, ternyata komitmen rekrutmen karyawan 60 persen warga lokal Karawang dan 40 persen warga luar Karawang hanya sekedar omongan yang tanpa adanya realisasi nyata.

“Besok polisi juga ikut kunjungan kerja untuk cek plat nomor kendaraan perusahaan. Buat apa investasi di Karawang kalau bayar pajak kendaraannya untuk daerah lain. Jadi itu nanti pak polisi tugasnya. Insya Allah dengan bersama-sama, ketika semuanya satu kata. Semua kepentingan kelompok di kesampingkan demi rakyat Karawang agar berdaulat di kampung halaman sendiri, Insya Allah 2018 urang Karawang bisa jadi tuan rumah di kampung halaman sendiri,” timpal Kang Jimmy.

Simbolis penyerahan sumbangan oleh Wakil Bupati, H. Ahmad
Zamakhsyari dan Anggota DPRD Karawang, dr. Atta Subagja
kepada pimpinan Ponpes Al-Furqon KH. Ahmad Fauzi Ridwan
Dalam kesempatan sambutan di kegiatan Karawang Mengaji ini, Kang Jimmy juga mengungdang anak-anak santri agar mengikuti perlombaan islami pada 21 Oktober 2017 dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN).

“Nanti tanggal 22 Oktober-nya kita sama-sama upacara Hari Santri Nasional di Lapangan Karangpawitan. Untuk meramaikan kegiatannya, nanti Bank BJB akan mendatangkan artis nasional vokalis Wali Band Pa’ang atau Opik. Kalau Pa’ang dan Opik gak ada, Si Juned kita hadirkan,” kata Kang Jimmy, yang lagi-lagi mencoba mengajak bercanda masyarakat.

Program tahun depan, masih dikatakan Kang Jimmy, BJB juga akan menggulirkan Kredit Cinta Rakyat (KCR) berupa pinjaman modal dagang bagi pedagang kecil tanpa agunan. Yaitu dengan persyaratannya cukup surat keterangan usaha dari desa.


“Pinjamannya sebesar Rp 1 sampai 2 juta. Diutamakan untuk masyarakat yang sudah punya usaha seperti tukang cilok, baso, maranggi, bakmie dan lain-lain. Ini dilakukan pemda dalam rangka memerangi bank emok yang selama ini meresahkan masyarakat. Kalau mau pinjamannya sampai Rp 50 juta, silahkan datang langsung ke BJB Karawang. Dan tentu saja kalau pinjamannya sebesar itu ada agunannya,” pungkas Kang Jimmy. (Adk,RBI 248)

Posting Komentar

0 Komentar