HEADER Iklan tEST

TPAS Jalupang !!! Beredar Rekaman Sebut Nama “Kadis dan Teteh” yang Ngatur

Salahsatu proyek di TPAS Jalupang yang masih dalam tahap pengerjaan. (Photo : Adk)
Radar Bharindo, Karawang ~ Entah siapa pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang yang menyebutkan jika proyek penataan TPAS Jalupang tahap II senilai Rp 3,9 miliar sudah “diatur” oleh Kepala Dinas DLHK Karawang dan pejabat lainnya dengan sebutan nama “teteh”.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Radar Bharindo dari salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, informasi tersebut berdasarkan “rekaman suara” yang didapatkannya. Yaitu dimana rekaman suara tidak sampai berdurasi 1 menit. Karena diduga rekaman suaranya sengaja sudah dipotong ataupun diedit.

Bahkan dalam rekaman yang berdurasi 24 detik tersebut, pejabat DLHK Karawang sempat menyatakan jika nama “teteh” juga sempat mempertanyakan perkembangan proyek TPAS Jalupang yang sedang banyak diperbincangkan publik Karawang melalui media sosial (medsos) tersebut.

“Kayaknya rekamannya sudah dipotong atau sudah diedit,” tutur narasumber, kepada Radar Bharindo, Selasa (3/10).

Inilah bunyi rekaman suara yang diduga merupakan suara pejabat DLHK Karawang : “Hoh komo Jalupang mah eta mah geus urusan kepala dinas jeung teteh eta mah. Saya mah gak tahu apa-apa itu mah. Ya gak tahu ya, pokoknya kalau Jalupang mah pak kadin dengan teteh gto kan. Yang kecil-kecil pun urusan pak kadin dan teteh. Teteh kemarin juga nanya ke saya, itu yang Jalupang bagaimana”.

Saat dikonfirmasi Radar Bharindo melalui pesan singkat (Whatsapp), Kepala Dinas DLHK Karawang, Wawan Setiawan justru mengaku tidak tahu suara siapa yang ada dalam rekaman suara tersebut. Wawan justru mengarahkan Radar Bharindo agar melakukan konfirmasi kebenarannya kepada orang yang merekam suaranya. Dan Wawan menegaskan, jika rekaman suara tersebut bukan merupakan suara dirinya.


Pada kesempatan berbeda, Ketua LBHNU Karawang, Deden Yusuf Jamili SH mengungkapkan, sampai saat ini lembaganya masih dalam proses pengumpulan data untuk melaporkan dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) proyek penataan TPAS Jalupang tahap II ke lembaga yudikatif.

Bahkan menurut Deden, pihaknya juga sedang menghitung perkiraan kerugian negara dari proyek tersebut. “Bukti-bukti kuat sedang kita kumpulkan. Bahkan bukti rekaman suara oknum pejabat DLHK Karawang juga sedang kita kumpulkan. Mudah-mudahan dalam seminggu ke depan proses pelaporannya sudah siap semua. Nanti akang (ke Radar Bharindo) juga akan diajak pada saat pelaporannya,” tandas Deden. (Adk,RBI 248)

Referensi Berita :
APBD Karawang TA 2017 Belum Alokasikan 20% Anggaran Pendidikan
Kios Dibelakang GOR Panatayudha Digerebek Polisi
Kantor Bupati Karawang akan Dikepung Santri dan Warga NU
Soal : OTT DPMPTSP, DBHCT dan Proyek Pemda II, Ini Penjelasan dari Kajari Sukardi !!!

Posting Komentar

0 Komentar