HEADER Iklan tEST

Wartawan di Tapteng Jadi Korban Pemukulan, Pelaku Diduga Dibayar Rp 10 Juta

Aminuddin Zega (55) wartawan mingguan Jaya Pos terbitan Jakarta, sedang mendapat penanganan medis disalahsatu rumahsakit.
Radar Bharindo, Tapteng ~ Peristiwa pemukulan Aminuddin Zega (55) wartawan mingguan Jaya Pos terbitan Jakarta yang bertugas di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, yang dilakukan oknum pemuda OKP, pada Jumat (29/09/2017) lalu, di Jalan Marison, kecamatan Pandan, Tapteng, menguak fakta baru.

Pengakuan Aminuddin Zega kepada rekan wartawan yang menjenguknya saat itu mengatakan, salah satunya mengenai alasan penyebab pemukulan yang dialaminya yang diucapkan oleh  GT, salah seorang rekan pelaku AS, sebelum pemukulan di lokasi kejadian.

Di kediaman korban, Aminuddin Zega mengungkapkan, sebelum kejadian pemukulan, GT sempat mengakui rencana yang ingin melukai korban, merupakan suruhan salah seorang oknum, dengan iming-iming sejumlah uang.

Saat itu kata Aminuddin, GT membeberkan bila rencana pemukulan itu berhasil terlaksana, pelaku dan 2 orang rekannya, akan mendapatkan upah sesuai perjanjian yakni sebesar Rp 10 juta.

“Dipertemuan itu GT juga mengaku, mereka bertiga (pelaku AS, GT dan HT) sudah mencari saya selama 4 hari, dengan menerima uang operasional Rp 500 ribu per orang,” kata Aminuddin, Minggu (01/10/2017).

Disinggung mencuatnya satu nama berinisial ST yang diduga berkaitan pada kejadian pemukulan itu, Aminuddin Zega mengatakan, pertemuan terjadi bermula dari pesan lisan dari ST, bila rekan pelaku GT ingin bertemu dengan korban.

“Awalnya si ST yang kasih tahu kalau si GT ingin ketemu dengan saya, persis di warung kopi di samping pajak Pandan. Si ST sempat minta izin sama saya kalau nomor HP saya di kasih sama si GT. Tapi, saya saat itu tidak curiga, dan menganggap hal biasa,” ungkapnya.

Menurut Aminuddin, pada saat pertemuan dengan GT dan HT, muncul lah pelaku AS yang turun dari mobil Avanza berwarna silver menghampiri korban dan menghantamkan helm sepedamotor yang dipakainya ke bagian kepala korban, hingga mengalami luka robek.

“Apalagi yang kalian tunggu, kenapa nggak dilaksanakan, apa saja pun pasti dilakukan demi uang, karena sakitnya pencaharian sekarang,” kata Aminuddin, menirukan  ucapan pelaku AS.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian sektor Pandan, belum berhasil menangkap para pelaku. (Mr,Red)


Sumber : Metrorakyat.com. 

Posting Komentar

0 Komentar