HEADER Iklan tEST

Kantor Imigrasi Solo Tangkap dan Deportasi 9 WN China


Ilustrasi WN China di Kantor Imigrasi 
Radar Bharindo,Solo  ~  Kantor Imigrasi Kelas 1 Kota Surakarta mendeportasi sembilan warga asing asal China karena melakukan pelanggaran izin tinggal di Indonesia.

"Sembilan warga asing tersebut masuk ke Indonesia dengan dokumen perjalanan dan izin tinggal sah, tetapi mereka menyalahgunakan dengan ikut bekerja sebagai tenaga survei pembangunan rumah di Wonogiri," kata Kepala Seksi Pengawasan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta, Sigit Wahyuniarto, di Solo, Jawa Tengah, Selasa (21/11) seperti dilansir Antara.

Menurut Sigit Wahyuniarto, para WN China itu ke Indonesia melalui Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan paspor izin tinggal kunjungan, pada pada tanggal 3 November 2017. Mereka kemudian menuju ke Desa Bulusulur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada 7 November untuk melakukan aktivitas survei lokasi pembangunan perumahan.

Petugas Imigrasi baru mengetahui adanya penyalahgunaan izin tinggal setelah ada laporan warga Wonogiri yang curiga dengan aktivitas WN China tersebut. Kemudian petugas Imigrasi mendatangi Desa Bulusulur, Kabupaten Wonogiri, Senin (20/11) sekitar 10.00 WIB.

"Kami menemukan sembilan warga Tiongkok yang menggunakan visa kunjungan untuk berkegiatan pada daerah tersebut yang tidak sesuai dengan keperuntukannya," kata Sigit Wahyuniarto.

Menurutnya, para warga China itu melakukan kegiatan mengukur kelayakan lahan di antaranya struktur tanah, jenis bahan bangunan yang dipakai di Indonesia, serta sistem pembuangan bagi proyek pembangunan 142 rumah.

"Kesembilan warga asing ini, dikenakan tindakan administrasi keimigrasian berupa deportasi dan pencantuman namanya dalam daftar tangkal. Hal ini, sesuai Pasal 75 ayat 1 dan 122 huruf a Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 2011," katanya.
Sembilan warga Tiongkok tersebut yakni Xu Yong Chun (30), Yang Zhenfang (49), Zhai Shuming (53), Zhang Yuefeng (42), Zhao Yujin (52), Liang Zhijun (43), T Ding (20), Zhiqiang Tian (46), dan Yang Jingang (46). Mereka telah dideportasi melalui Bandara Adi Soemarmo Boyolali.

Menurut Kepala Seksi Intelejen Korem 074/Warastratama Mayor Inf Teguh Wibowo, awalnya warga asing asal China tersebut jumlahnya 10 orang dengan tujuan Wonogiri, tetapi satu orang lainnya sudah kembali ke negaranya, sehingga sisanya tinggal sembilan.

"Kami mendapat laporan masyarakat setempat memberikan informasi kehadiran warga asing cukup mengganggu warga setempat yang memiliki adat berbeda. Kami bersama Kantor Imigrasi dan aparat gabungan lainnya mengamankan warga asing itu. Mereka kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Surakarta untuk diproses," katanya. (Kum,Red)


Sumber : Kumparan.com

Posting Komentar

0 Komentar